Detoks Sebagai Pengalaman Spiritual

Saat menjalani detoks yang mengubah hidup saya pada usia 20an itu, bukan hanya tubuh yang mengalami transformasi besar, melainkan pikiran dan jiwa saya juga diubah dahsyat dengan cara yang sulit dijelaskan. 'Dan, saya rasa itu tak terelakkan karena begitu Anda meletakkan kruk kafein, susu, gula, dan alkohol, misalnya, kontak langsung Anda dengan dunia-dan realitas-segera meningkat serta terlihat tajam dan jelas. Anda menyadari bahwa Anda adalah makhluk yang lemah, hidup dan digerakkan oleh gairah, dalam dunia yang rapuh dan selalu berubah. Ketika menyingkirkan semua stimulan, Anda mendapati bahwa dunia sudah cukup menstimulasi, bahwa Anda jauh lebih hidup daripada sebelumnya.

Detoks Sebagai Pengalaman Spiritual

Semua ini mungkin kedengaran agak mengada-ada dan klise, tetapi sesungguhnya tidak. Saya ingat bangun tidur pada suatu hari, di awal program detoks, merasa segar dan waspada dengan cara yang belum pernah saya alami. Tidak ada yang berubah di dunia luar, tetapi semua di dalam diri saya berubah; saya merasa pikiran saya jernih, lebih bertenaga, dan antusias menghadapi kehidupan. Saya merasa siap untuk mengambil tindakan dan memiliki tujuan. Saya merasa ingin mengulurkan tangan serta merengkuh hidup tanpa batas, pada begitu banyak tingkatan yang berbeda. Sejak itu, saya telah membuat komitmen kepada diri saya sendiri untuk berusaha merasa seperti ini setiap hari. Dan, itulah sebabnya mengeliminasi makanan tertentu secara berkala-yang saya sebut sebagai "detoks"---menjadi bagian penting dari hidup saya.

Ketika meninggalkan zat makanan tertentu yang kita pikir kita butuhkan, kita bersentuhan langsung dengan perasaan yang mungkin akan membuat kita kewalahan. jadi, saya selalu menyiapkan klien saya untuk pelepasan emosi terpendam yang biasanya terjadi saat detoks berlangsung. Saya akan jujur: detoks menuntut keberanian karena kita akan melepaskan selimut keamanan makanan yang hangat, dan melepaskan apa pun yang sudah terbiasa kita andalkan untuk mendapatkan kenyamanan tidaklah mudah. Namun, begitu melepaskannya, meskipun hanya beberapa hari, seolah-olah bendungan yang sudah kita bangun dan sembunyikan begitu lama runtuh serta luapan perasaan yang dilepaskan bisa sangat intens. Penting untuk diketahui bahwa perasaan/emosi ini mungkin akan terjadi sehingga kita perlu memagari diri dengan dukungan kasih sebanyak mungkin.

Di sinilah hal yang Anda cari berada; di sinilah Anda bisa melepaskan begitu banyak beban emosional yang sudah menggelayuti dan menghalangi Anda untuk benar-benar hidup. Detoks memungkinkan Anda tiba di pusat masalahnya, isu psikologis dan emosional yang menyumbat Anda. Setiba di sana, Anda menyadari bahwa selama ini Anda makan untuk mempertahankan penyumbatan ini dan sekarang, tanpa makanan yang menjaganya, Anda bisa membobolnyaPembersihan tuntas semacam ini membangun rasa percaya yang besar terhadap tubuh Anda sendiri.

Salah satu perasaan yang mungkin muncul ketika mulai melepaskan diri dari makanan yang Anda andalkan adalah ketakutan. lni perasaan besar, tsunami di antara semua perasaan. Tidak ada yang menandingi ketakutan dalam hal mengaktifkan segala perbuatan meragukan, membenci, serta menyabotase diri. Dan, ada banyak ketakutan di dalam juga di sekeliling kita ketika itu menyangkut tubuh kita. Ketika berdiri telanjang di depan ketakutan dan keraguan (ketika tidak ada lonjakan gula untuk bersembunyi, atau kegugupan kafein untuk menyamarkan kengerian itu), kita harus bersedia untuk duduk bersama ketidaknyamanan yang dibawa oleh ketakutan itu dan menemukan jalan untuk melewatinya. Kita harus bisa mengandalkan diri kita sendiri-dan bukan pemanis atau zat aditif tambahan-untuk melewatinya.

Salah satu transformasi terbesar yang berlangsung dalam detoks adalah melepaskan ketakutan dan menemukan bahwa di balik ketakutan itu terdapat kekuatan besar yang bisa diandalkan. lni, menurut saya, adalah imbalan terbesar yang diberikan detoks kepada kita: menemukan kekuatan batin yang besar untuk bertanggung jawab atas diet dan kesehatan kita.

Hal yang saya sadari kemudian adalah ketakutan sesungguhnya pelopor bagi hal-hal baik yang akan terjadi. Setiap kali memutuskan bahwa saya akan mengambil langkah yang dibutuhkan untuk memelihara diri saya dengan lebih baikentah dengan melakukan percakapan yang sulit, melewatkan segelas anggur supaya merasa baik alih-alih lelah keesokan harinya, atau menunda makan gula sampai perayaan ulang tahun teman saya bulan depan-saya tahu bahwa saya berada di jalan yang benar ketika sensasi yang dulu saya identifikasi sebagai ketakutan muncul. Dari apa yang saya rasakan, munculnya ketakutan ini ditandai dengan lonjakan adrenalin, semacam rasa geli aneh yang merayapi sekujur tubuh. Saya mungkin mendapati suara saya bergetar ketika mengambil keputusan sulit untuk tidak menuruti nafsu-keinginan atau merasakan momen penyesalan ketika teman makan malam saya bersulang dengan anggur sementara saya mengangkat air putih, tetapi selalu-tanpa kecuali-saya merasa lebih kuat dan lebih hidup ketika mengambil langkah pemeliharaan diri yang manjur ini.

Detoks memungkinkan kita membangun kekuatan dasar pengaturan diri dan meraba di balik keinginan besar atau nafsus keinginan yang ada di depan kita, untuk melihat ke ujung jalan sehingga kita dapat hidup dengan rencana serta tujuan dan tidak hanya reaktif. Begitu kita membiarkan ketakutan akan pencerahan ini berlalu, kita akan mendapati diri kita berdiri di tanah yang lebih kukuh dan hubungan kita dengan makanan berubah drastis.
Inilah sebabnya saya mendorong Anda untuk menyikapi detoks sebagai perbuatan yang mulia. 

Saat Anda melakukan detoks dengan penuh martabat, Anda akan mendapati detoks sebagai petualangan seru dan ada kenikmatan luar biasa dari pengalaman semacam ini. Menyembuhkan diri Anda sendiri melalui detoks akan mengembangkan kapasitas Anda untuk hidup dan mencintai. Tidak ada yang pasif dalam memutuskan untuk detoks; ini selalu pilihan proaktif, upaya sadar untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Pilihan ini mungkin dimotivasi oleh suatu reaksi, misalnya, menyadari bahwa Anda ingin berhenti mengonsumsi gula. 

Namun momen pencerahan itu, momen kesadaran ketika Anda memutuskan untuk mengambil tindakan, saat itulah Anda menyadari bahwa Anda dapat melakukan ini dan dengan meninggalkan sesuatu, Anda sudah melakukan langkah pertama seorang pejuang. Memutuskan untuk detoks berarti Anda berkomitmen untuk membersihkan catatan lama, menenangkan pikiran dan tubuh, sehingga kehidupan Anda dapat dimulai lagi.
Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.