Kenapa Manusia Perlu Tidur? Berikut Penjelasan Para ilmuwan

Semua makhluk hidup, termasuk organisme bersel satu, perlu tidur. Setiap spesies, menurut temuan para ilmuwan, dilahirkan dengan ”jam biologis” (pada manusia itu terletak di bagian dasar otak) yang menentukan siklus tidur-bangun optimal untuk spesies tersebut. Manusia berevolusi di dekat khatulistiwa, yang harinya dibagi cukup rata menjadi dua bagian dengan lama 12 jam-satu bagian terang dan satu bagian gelap. Jam biologis kita tidak kebetulan 24 jam yang diatur untuk bangun serta aktif bersama matahari lalu berhenti dan tidur saat terang berakhir

Peneliti tidur tahu bahwa jauh sebelum ada lampu listrik atau jam alarm, manusia akan berhenti beraktivitas saat matahari terbenam, atau kira-kira pukul 8, dan tidur nyenyak sampai kira-kira tengah malam. Lalu, dari tengah malam sampai pukul 2 pagi, mereka akan bangun dalam periode meditasi hening (saat inilah seniman mendapatkan ilham, hubungan intim dilakukan, puisi ditulis-semua dalam kegelapan hening dan nyamannya tempat tidur). 

Setelah periode setengah bangun yang indah ini, periode tidur pulas empat jam akan dinikmati, dari kira-kira pukul 2 sampai pukul 6 pagi. Lalu, saat matahari terbit, para wanita abad pertengahan atau Renaisans akan bangun dengan segar dan siap memulai harinya. Pola tidur-terbagi ini mulai ditinggalkan menjelang akhir abad ke-17 seiring munculnya penerangan yang lebih baik (lilin menjadi semakin terjangkau dan tidak hanya dinikmati orang kaya; Paris mulai menerangi jalan dengan lilin, lalu lampu gas dan lampu minyak, dan tentu saja kota-kota lain mengikutinya). Pergeseran menuju penerangan buatan bertepatan dengan dibukanya beberapa kafe pertama, dan bangun sampai larut malam di tempat berkumpul ini, bahkan pada waktu itu, menjadi tren di kalangan bangsawan. ]adi, jauh sebelum lampu listrik menjadi hal yang jamak, kita sudah mulai menghargai industri-dan mengandalkan doping kafein-daripada istirahat yang cukup.

Kenapa Manusia Perlu Tidur? begini menurut temuan ilmuwan

Para peneliti belum lama ini menciptakan lagi pola tidur “terbagi' dengan mengisolasi subjek penelitian tidur dalam habitat gelap yang memicu tidur selama 14 jam setiap waktunya. Setelah periode penyesuaian, setiap partisipan studi itu melaporkan lebih segar dan waspada untuk pertama kalinya dalam hidup mereka-meskipun mereka bangun beberapa lama pada tengah malam. Ini bagian penting yang perlu disebutkan mengenai riset ini, karena banyak orang panik atau cemas jika terbangun pada tengah malam. Saya harap mengetahui bahwa hal ini tertanam dalam otak Anda akan membuat Anda merasa lebih tenang menghadapi periode setengah sadar ini.

jika Anda mengalami bangun pada tengah malam, gunakan saja waktu itu sebagai peluang untuk menulis jurnal atau sekardar merenungkan hal-hal indah dalam hidup Anda. (Pada abad pertengahan, ini adalah waktu berdoa untuk berkomunikasi dengan kekuatan yang lebih tinggi.) Pada jam-jam “senja” di antara dua periode tidur pulas inilah hormon pereda stres vital dilepaskan. Ini mungkin menjelaskan mengapa para ahli tidur menyarankan agar kita yang mengalami insomnia larut malam tidak panik, tetapi justru rileks, mengetahui bahwa meskipun terjaga, ini sesungguhnya waktu (saat tubuh diam tetapi pikiran siaga) untuk membangun pertahanan terkuat melawan stres. Mungkin ini sebabnya Dalai Lama menyebut tidur "meditasi terbaik”. Mungkin ia tahu bahwa kesadaran, yang merupakan fondasi kesehatan sejati, hanya dapat dicapai ketika kita cukup beristirahat.

Hal yang sangat saya suka dari tidur bukan hanya betapa misterius aktivitas ini bagi kita hingga sekarang, melainkan bagaimana para ahli saraf mulai memahami betapa aktifnya otak saat tubuh diam ketika tidur. Kita tahu bahwa konsolidasi memori dan belajar berlangsung saat kita tidur; inilah sebabnya tidur nyenyak sebelum ujian jauh lebih penting daripada begadang dan belajar. Gen-gen yang penting bagi pemulihan dan peremajaan sel hanya diaktifkan pada malam hari ketika kita tidur. Para psikiater dan peneliti irama tubuh menemukan bahwa ada hubungan konkret antara pola tidur yang sehat dan pencegahan atau perawatan yang efektif bagi penyakit liwa serius. Namun, di luar berbagai hubungan penting ini, kita masih meraba-raba dalam gelap mengenai begitu banyak Droses selama tidur yang bermanfaat bagi kesehatan.

Untungnya, kita sudah bisa menarik beberapa pengaruh
Positif dengan memahami pengaruh negatif kurangnya tidur pada kesehatan. Sejumlah pakar bahkan memperkirakan bahwa sepertiga masalah kesehatan kita berhubungan erat dengan kurang tidur. Sebagai contoh, cedera yang disebabkan kecelakaan mobil jelas masalah kesehatan serius, dan meskipun kita banyak mendengar tentang risiko cedera saat mengemudi sambil mabuk, kebanyakan orang tidak tahu bahwa 100 ribu kecelakaan mobil di Amerika setiap tahunnya disebabkan oleh pengemudi yang lelah. Saat kurang tidur, kita rentan mengalami "tidur-mikro", yaitu periode tidur singkat di luar sadar yang bisa berlangsung sepersekian detik hingga 30 detik. Tidur-mikro terjadi ketika kita terlalu lelah atau mengerjakan sesuatu yang monoton.

Hal yang begitu menakutkan tentang tidur-mikro adalah kita tidak tahu kapan itu akan terjadi atau mengingatnya setelah itu terjadi. Tidur-mikro adalah periode pendek kegelapan total. Dan, itu terjadi karena setelah mencapai ambang kelelahan tertentu, otak sama sekali tidak peduli apakah kita sedang mengemudi atau tidak; jika harus beristirahat. otak akan beristirahat-apa pun risikonya.

Akan tetapi, ini hanya satu di antara berbagai ancaman kesehatan yang kita alami jika tidak cukup tidur. Ancaman lainnya adalah kita rentan menderita berbagai penyakit, seperti gangguan imunitas, penyakit terkait stres (termasuk penyakit ' jantung, diabetes, dan kanker tertentu), gangguan kognitif (ingatan buruk, hilangnya kreativitas, penilaian buruk), dan yang paling kentara adalah naiknya berat badan, terutama pada wanita.
Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.