Kesehatan Usus Adalah Kunci Kesehatan Tubuh

Percayalah pada usus Anda. jika Anda seperti saya, Anda Ppasti pernah mendengar mutiara kebijakan ini setiap kali Anda akan mengambil keputusan yang mengubah drastis hidup Anda. Dan, seperti saya, Anda mungkin berpikir bahwa belajar memercayai usus Anda berarti mencoba memercayai naluri Anda. Namun, bagaimana jika ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia menemukan bahwa memercayai usus Anda berarti lebih dari itu, seperti halnya bahwa pengetahuan kita tentang otak dan cara kerjanya baru sebagian dipahami? Inilah persisnya yang terjadi sekarang, saat saya menulis artikel ini. Ilmu neurogastroenterology benar-benar telah menjungkirbalikkan pemahaman kita tentang otak dan perannya sebagai pusat komando utama tubuh kita. Semua mata-setidaknya mata para ahli saraf-sekarang tertuju ke usus.

Kesehatan Usus Adalah Kunci Kesehatan Tubuh

Saya pikir sebagian besar dari kita salah mengenai bagaimana usus kita bekerja. Kita cenderung membayangkan
sistem pencernaan sebagai sistem selokan yang sangat primitif, di mana sesuatu (makanan) masuk di satu ujung, diproses secara sederhana [ekstraksi nutrisi), lalu dibuang (feses). Kita berasumsi bahwa ini adalah fungsi yang tetap, mekanis, hal-hal terjadi secara otomatis tanpa banyak input atau komunikasi dengan otak-atau tanpa banyak input dari usus sendiri. Ilmu pengetahuan menunjukkan kepada kita sekarang bahwa hal ini melenceng jauh dari kebenaran, dan kesehatan usus kita, yang berarti cara kita menyokong proses pencernaan mungkin merupakan fondasi pokok bagi kesehatan kita secara keseluruhan, termasuk kesehatan jiwa.

Nah, saya percaya ini, dan saya sudah melihat sendiri bagaimana merawat sistem pencernaan dengan saksama akan mengubah hidup Anda. Saya punya banyak klien dalam 10 tahun terakhir yang memberi tahu bahwa begitu membersihkan usus, mereka mengalami suasana hati yang stabil untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Mereka berhasil meninggalkan kekeruhan pikiran, depresi, kecemasan, migrain, nafsu-keinginan akan gula tak terkendali, berat badan yang tak mau pergi, dan gangguan tidur yang membandel. Klien-klien ini kemudian bisa meraih kondisi kekuatan pikiran yang membuat hal seperti manajemen stres proaktif dapat dilakukan untuk pertama kalinya dan mereka menyadari bahwa cara memperlakukan usus sangat memengaruhi kinerja otak mereka.

Akan tetapi, bukan hanya otak yang diuntungkan oleh perawatan usus serta pemberian makan yang benar; daftar penyakit yang mereda atau sembuh total ketika kita merawat sistem pencernaan sangatlah panjang dan meliputi berbagai penyakit umum seperti sembelit, iritasi usus, diare, kolitis, penyakit Crohn, kembung, depresi, gelisah, alergi, jerawat, kemandulan, berbagai penyakit autoimun, obesitas, dan banyak lagi. Para peneliti menemukan bahwa penyakit yang membahayakan jiwa seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 1 dipengaruhi oleh kesehatan usus yang buruk. Mempelajari cara memelihara usus dan tidak membebaninya adalah salah satu kunci, atau bahkan satu-satunya kunci, kesehatan tubuh serta pikiran yang prima. Dan, cara terbaik untuk memelihara usus Anda adalah makan dengan sadar.

Kebun Rahasia dalam Tubuh

Usus Anda tidak hanya dilengkapi dengan sirkuit saraf yang rumit dan canggih, tetapi juga penuh dengan kehidupan. Anda mungkin sudah banyak mendengar tentang mikroba pencernaan, flora, bakteri, dan jamur-cukup untuk membuat otak Anda pening! Maksudnya di sini adalah miliaran organisme bersel satu yang tumbuh dan berkembang jauh di dalam sistem pencernaan kita, dan sangat penting bagi kesehatan sistem imun kita. Semua organisme ini, yang hidup berdampingan dalam keseimbangan yang rapuh, bisa hidup atau mati bergantung pada makanan yang kita santap. Para ilmuwan menyebut taman liar mikroorganisme ini "mikrobioma", sebagai pengakuan atas kenyataan bahwa jumlah sel mikroba dalam tubuh ini lebih banyak sepuluh banding satu dari sel manusia. Kebun bakteri yang kita tampung dalam tubuh dapat mencapai bobot 7 ons hingga 1,5 kg, bergantung pada jenis kelamin, ukuran tubuh, Serta seberapa sehat usus kita. 

Tubuh kita sesungguhnya adalah penginapan yang melindungi dunia mikroba ini dan kita hanya tuan rumah mereka. Terserah kita mau menjadi tuan rumah yang baik dan memastikan tamu kita merasa nyaman, atau mereka bisa berontak dan mengobrak-abrik tubuh kita.
Tantangan mempertahankan kesehatan usus menjadi rumit karena beberapa alasan. Misalnya, beberapa generasi memakan makanan olahan, akibatnya hal itu telah menguras tampungan bakteri sehat yang bisa diwariskan dari ibu ke anak. Selain itu, operasi cesar tidak memungkinkan kelahiran melalui jalur alami, tempat bayi mendapatkan banyak bakteri sehat. Ditambah lagi, kesehatan pencernaan perempuan dipengaruhi oleh perubahan hormon utama yang disebabkan oleh menstruasi, melahirkan, dan menopause, sehingga masuk akal bila kesehatan usus kita berfluktuasi seiring fluktuasi hormon kita. 

Kemudian ada fakta yang jarang dilaporkan bahwa stres dan kecemasan sering dirasakan di usus sehingga menyebabkan asam lambung. Seperti banyak hal dalam hidup kita. kesehatan pencernaan tidak statis, tetapi mengalir serta dapat berubah; dan kita harus makan juga hidup dengan mempertimbangkan berbagai perubahan ini, sekecil apa pun itu.

Mengapa Anda Perlu Memelihara Kebun Usus Anda?

Pernahkah Anda memakai antibiotik dan mendapati Anda tiba-tiba kram, mungkin bahkan mual atau gatal-gatal? Anda mungkin mendapati selera makan Anda hilang atau tak terkendali. Dan itu wajar saja, karena antibiotik membunuh semua mikroorganisme yang beredar dalam tubuh Anda yang baik maupun yang jahat-tanpa pandang bulu. Mungkin dokter Anda menyarankan Anda makan yoghurt selama minum obat karena kultur hidup (alias zat yang menopang kesehatan mikroba) dalam yoghurt akan memulihkan populasi mikroba dalam saluran pencernaan Anda dan memacu kelahiran kembali sel-sel pemelihara kesehatan yang sangat penting. Flora usus kita juga dirusak oleh banyak obat, baik itu dari resep dokter maupun obat bebas lain seperti antihistamin. Hal ini selanjutnya menyebabkan kemerosotan kesehatan usus kita.


Walaupun membasmi flora usus dengan obat keras menyebabkan masalah kesehatan serius, membiarkan mikroba tertentu tumbuh tak terkendali sama buruknya. Contohnya adalah kandidiasis, yaitu infeksi yang diakibatkan oleh jamur dari genus Candida-umumnya adalah jenis Candida albicansyang tumbuh secara tak terkendali.

Ketika seorang klien memberi saya bukti pertumbuhan bakteri usus yang tak terkendali, makanan pertama yang harus disingkirkan adalah gula dalam segala bentuknya yang memikat. Itu karena memakan gula seperti menebar pupuk beracun yang sangat ampuh untuk mikroba, dan mikroba yang hidup dari gula akan tumbuh tak terkendali, mendesak, serta mengusir bakteri lain yang baik untuk kesehatan. Kebun kita akan dipenuhi "rumput" pemakan gula dan hasilnya adalah sistem pencernaan yang tidak seimbang. Begitu gula disingkirkan dari diet, biasanya keseimbangan mikroba dan kesehatan akan kembali dengan cepat juga pasti.

Saya percaya bahwa jamur Candida dan bakteri berbahaya lain sesungguhnya menginginkan gula. Dan, jika pertumbuhanhya tidak dikendalikan, kita akan menjadi budak zombie
mereka, yang tanpa sadar melahap semua makanan manis dalam jangkauan tangan kita untuk membuat mereka bahagia. Singkat kata, mereka menjadi dalang, dan kita wayangnya.

Makanan yang benar-benar dibutuhkan usus kita adalah makanan yang membuat ia tetap bahagia dan dapat melakukan pekerjaannya, yaitu mengurai makanan menjadi nutrien dan sisa metabolisme. Makanan yang benar-benar dibutuhkan dan didambakan mikrobioma kita adalah makanan yang menyediakan enzim atau unit pembangun sesuai kebutuhan mereka untuk membuat enzim-enzim penting. 

Bahan makanan ini adalah kultur hidup yang disebut predan probiotik.Dalam beberapa tahun terakhir, sudah menjadi tren bagi produsen besar produk yoghurt-khususnya yang dipasarkan bagi wanita-untuk menambahkan probiotik ekstra dalam resep mereka. Dan, ini hal yang baik-dalam teori. Itu karena ilmu pengetahuan menegaskan betapa baiknya probiotik bagi kita. Yang tidak begitu baik adalah Viabilitas aktual probiotik yang ditambahkan pabrik patut dipertanyakan karena jumlah probiotik yang mereka tambahkan dalam produk biasanya terbatas, bahkan kultur hidup yang sedikit ini mungkin mati atau lemah akibat proses pemanasan dan pengawetan yang harus dilalui makanan yang diproduksi massal ini. 

Namun, mendapatkan probiotik dari makanan segar alami atau makanan mentah yang difermentasi secara alami dapat menopang kesehatan flora yang luar biasa. Begitu pula menyertakan makanan kaya prebiotik (makanan yang mengandung serat tak larut, seperti bawang, nanas, artichoke, dan chicory) yang menyediakan makanan bagi bakteri baik, memungkinkan bakteri itu tumbuh dan bertambah banyak, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh kita untuk menyerap nutrien penting seperti kalsium dan magnesium, serta menopang pembentukan dan pembuangan feses yang sehat.

Sesuatu yang membuat saya takjub adalah bagaimana budaya-budaya kuno, yang dipisahkan oleh lautan dan benua, secara intuitif memahami pentingnya menambahkan makanan predan probiotik dalam diet mereka. Anggur merah adalah contoh baik makanan fermentasi yang bisa membantu pencernaan kita, begitu pula makanan fermentasi segar lain seperti sauerkraut dan kimchi. Budaya-budaya kuno juga mengerti bahwa makanan mentah yang difermentasi [bayangkan yogurt Yunani kuno) juga menopang kesehatan pencernaan, dan bahwa membiarkan makanan terfermentasi secara alami (yang artinya sekadar membiarkan bakteri di udara berinteraksi dengan sayuran segar dan sedikit garam) juga mengawetkan makanan.
Proses fermentasi mengubah gula dari makanan menjadi zat-zat yang menyehatkan seperti enzim. Proses kimianya mengubah jus anggur menjadi minuman anggur, biji gandum menjadi bir, karbohidrat menjadi karbon dioksida yang membuat adonan roti mengembang, dan gula dalam sayuran menjadi asam organik, yang mengawetkan semua makanan itu.

Bangsa Yunani dan Romawi kuno menggunakan sauerkraut (kubis cincang yang diberi garam dan dibiarkan di udara terbuka) untuk mengobati dan mencegah infeksi usus. Kapten Cook dan penjelajah lain di laut lepas menggunakan sauerkraut dan jus limau untuk mencegah skurvi (penyakit akibat kekurangan vitamin C). Di seluruh Eropa dan Rusia, sauerkraut dan makanan fermentasi lain (kefir, yogurt, buttermilk, kvass, borscht, dan lainnya) sudah digunakan selama berabad-abad. Banyak orang di Afrika masih menggunakan fermentasi sebagai
cara untuk mengawetkan bubur yang dibuat dari jagung dan sorgum. Orang India menggunakan pasta lezat beraroma menyengat dari air sauerkraut, juga yogurt, untuk membantu pencernaan. Orang Eskimo bahkan mengubur daging anjing laut dan paus yang telah difermentasi untuk mengawetkannya
sebagai persediaan selama musim dingin yang panjang.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.