Menyapa Matahari Pagi Adalah Penting Bagi Kesehatan

Seperti halnya mendambakan tidur, tubuh kita juga Smendambakan berada di luar ruangan, dalam udara segar dan sinar matahari, bergerak di alam yang dinamis tempat kita dilahirkan. Saya tahu ini sepertinya bukan hal baru, tetapi salah satu keluhan utama yang saya dengar dari wanita adalah mereka tidak punya cukup waktu untuk berada di luar ruangan. Kita menghabiskan banyak waktu, di dalam ruangan karena tuntutan keluarga, pekerjaan, dan tanggung jawab lain. Alih-alih berkeliaran, jalan-jalan, mengamati lingkungan, atau bermain di luar ruangan, kita terjebak di meja menatap cahaya layar komputer yang seperti menghipnotis; lalu, saat matahari terbenam, kita duduk dan menatap cahaya layar TV yang juga tidak alami.

Kita mendapat terlalu banyak cahaya buatan dan tidak cukup mendapat cahaya matahari, yang ironisnya diperparah oleh keinginan kita melindungi diri dengan baju lengan panjang, topi, kaca mata hitam, serta tabir surya. Mungkin kita terlalu berlebihan! Alih-alih hidup di luar ruangan, sebagaimana nenek moyang kita yang hidup di khatulistiwa, kita malah menjadi mahluk dalam ruangan sehingga menyebarlah epidemi kekurangan vitamin D.

Mengapa Kita Membutuhkan Vitamin D?

Vitamin D diproduksi di dalam tubuh ketika sinar matahari mengenai kulit kita, tetapi hampir 65% wanita kekurangan vitamin D karena sedikit sekali makanan yang mengandung vitamin D dalam jumlah besar. Makanan yang mengandung vitamin D berasal dari hewan, antara lain ikan berlemak dari perairan dingin (teri, sarden, dan tuna) dan kuning telur.

Vitamin D ditambahkan pada banyak produk susu, terutama minuman susu, karena vitamin ini penting untuk perkembangan dan pemeliharaan tulang yang kuat. Vitamin D memungkinkan penyerapan kalsium dan fosfor ke dalam sel tulang. Dahulu, para dokter menemukan bahwa "pengobatan matahari” dapat mengoreksi malformasi tulang (yang disebut rakitis) pada anak-anak. jadi, anak-anak disuruh keluar saat pagi menjelang siang untuk memperoleh paparan sinar matahari maksimal. 

Belakangan ditemukan bahwa sinar matahari adalah penangkal tuberkulosis yang ampuh, sehingga sanatorium bermunculan di tempat-tempat alami yang memiliki sinar matahari dan udara segar Hal yang menarik, berbagai penemuan medis ini juga memicu tren berjemur yang dimulai pada akhir abad ke-20 dan baru melambat beberapa tahun silam dengan perlombaan sengit untuk menghalangi sinar matahari dari kulit kita. Namun. banyak ilmuwan percaya kita sudah melangkah terlalu jauh: manfaat mendapatkan minimal setengah jam sinar matahari langsung setiap hari harus dibandingkan dengan risiko akibat kekurangan sinar matahari. Itu karena sinar matahari-yang diubah menjadi vitamin D dalam tubuh kita-melindungi kita dari penyakit jantung, radang sendi, beberapa penyakit autoimun, tekanan darah tinggi, kanker, nyeri kronis, dan berbagai kondisi lain yang lebih banyak memengaruhi wanita.

Sebagai contoh, beberapa studi menunjukkan bahwa 70% wanita yang menderita kanker payudara kekurangan vitamin D. Saat pasien kanker payudara diberi suplemen vitamin D, laju pertumbuhan kankernya melambat dengan nyata. ini hanya satu bukti yang menunjukkan bahwa vitamin D membantu sel tetap kuat dan sehat dalam kondisi sulit. Berkat ini pula, vitamin D kemudian dipercaya dapat membantu mencegah semua kanker.
Vitamin D adalah satu-satunya vitamin yang tidak dapat kita peroleh dari diet, dan meskipun kita dapat memperolehnya dalam bentuk suplemen, pakar kesehatan setuju cara terbaik mendapatkannya adalah dengan menghabiskan waktu di luar ruangan, berjemur dalam sinar matahari yang hangat. Vitamin D, saat dikonversi di dalam tubuh, menjadi hormon ilang menjaga berbagai proses metabolisme berjalan lancar, diantaranya proses yang membuat kita selalu waspada dan otak kita berfungsi efisien.

Demikian pula, vitamin D meningkatkan kemampuan sel imun untuk melawan infeksi. Karena ini, vitamin D dianggap mengurangi keganasan penyakit autoimun, mulai penyakit tiroid hingga lupus, dengan membantu sistem imun tetap pada targetnya dengan meningkatkan kemampuan sinyal sel.
Kecukupan vitamin D meningkatkan suasana hati dan ingatan kita, meningkatkan kemampuan kita untuk menurunkan berat badan, dan membantu kemampuan kita untuk melawan infeksi serta menangkal penyakit. Tubuh kita penuh dengan reseptor vitamin D-di kulit, otak, jantung, organ seks, payudara-di mana-mana. Mereka akan menarik blok-blok penyusun hormon larut-lemak, yang amat penting bagi berfungsinya 1.000 gen lebih dan proses sel yang tak terhitung banyaknya.
Jadii, ayo tinggalkan meja Anda, keluar, dan sapalah matahari.
Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.