Tips Merawat Kuku Dengan Baik & Mudah

Kalau kamu nggak hati-hati melakukan perawatan terhadap kuku, atau biasa dikenal dengan manicure dan pedicure, bisa saja terjadi infeksi. Bagaimanapun, kebersihan kuku perlu dijaga. Kalau kita melakukannya sendiri di rumah, mungkin kebersihan itu nggak perlu dipertanyakan lagi. Bagaimana kalau melakukannya di salon langganan? Nah, untuk menghindari infeksi, ada baiknya kamu memerhatikan beberapa tip perawatan kuku berikut.

Tips Merawat Kuku Dengan Baik, cara merawat kuku, cara mempercantik kuku

1. Tanyakan Apakah Peralatan Sudah Bersih dan Disanitasi

Manicurist Deborah Lippman, yang biasa menangani para selebritas Hollywood mengatakan, ”Saya sering melihat salon yang biasanya hanya membersihkan peralatan dengan air bersih tanpa menambahkan larutan anti bakteri." Untuk melindungi diri dari kemungkinan terjadinya infeksi, pastikan dulu peralatan yang bakal dipakai dibersihkan dengan obat pembasmi kuman, seperti Barbicide, paling nggak 10 menit sebelum dipakai lagi dengan orang lain.

2. Mintalah Manicurist Menggunakan Cuticle Remover daripada Pemotong Kutikula.

Pemotong kutikula bisa membuat infeksi jika alatnya nggak bersih, dari radang biasa sampai hepatitis. Sebaiknya, minta manicurist kamu menggunakan cuticle remover, yang bisa berbentuk krim atau minyak. Remover ini membuat kutikula melunak sehingga bisa didorong dengan mudah tanpa harus memotong kulitnya.

3.  Amati Lingkungan Sekitar untuk Higienitas secara Menyeluruh

Lippman menyarankan,"Coba amati kebersihan salontempat kamu melakukan perawatan. Sebagai contoh, saat sedang manicure, bukalah laci dan lihat ke dalamnya-apakah ada debu atau nggak. Yang paling efektif, lihatlah kebersihan si manicurist itu sendiri. Jika dia bersih, berarti cara kerjanya bisa jadi sama, yaitu mementingkan kebersihan. Apalagi kalau hampir semua yang bekerja di salon itu bersih, berarti standar kebersihan salon itu tinggi."

4. Pertimbangkan untuk Menggunakan Peralatan Kamu Sendiri

Spesialis kaki dan pergelangan kaki di New York City's Hospital For Special Surgery, Rock Positano, M.D. menjelaskan, "Jika manicurist menggunakan peralatan yang masih kotor, apalagi masih ada sisa darah, kemungkinan terjadinya infeksi sangat tinggi. Bahkan, kamu bisa tertular penyakit tertentu." Untuk menghindari hal-hal yang seperti itu, mending kita membeli dan membawa peralatan manicure sendiri.

5. Potong Secukupnya Saja, Nggak Perlu Terlalu Banyak

Dermatologist di New York, Pat Wexler, M.D. menjelaskan, ”Jika kulit terkelupas selama perawatan dan dibiarkan, kuman dan bakteri bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi." Jika kulit yang terkelupas tersebut dipotong dengan peralatan yang nggak steril, kamu bisa terkena penyakit paronychia-semacam infeksi jamur kuku. Saat tahu ketidaksterilan peralatan manicure, jangan biarkan manicurist kamu mengusik infeksi yang terjadi atau menggunakan pisau untuk memotong kuku yang masih pendek atau tumbuh miring.

6. Jangan Menggunakan Wadah Perendam Bersamaan dengan Orang Lain

Positano sering menjumpai salon yang secara bersamaan merendam kaki pelanggannya, padahal bisa berbahaya. ”Itu cara tercepat menularnya jamur kaki," tutur Positano. Karena itu, minta manicurist mencuci wadah perendam setelah digunakan orang lain dengan cairan pembasmi kuman.

7. Jangan Biarkan Manicurist Mengorek Terlalu Dalam

Wexler mengingatkan, "Jika pemisah antara kuku dan kulit di bawahnya melebar, berarti ada celah yang biasanya lembap. Iklim seperti inilah yang disukai jamur berkembang biak."

Melakukan Perawatan Kuku Sendiri

Rendam peralatan yang akan kamu gunakan selama 10 menit dalam larutan pembasmi kuman. Sementara itu, hapus cat kuku dengan non-acetone polish remover. Manicurist Deborah Lippmann menjelaskan, "Nonacetone remover nggak terlalu kering dibandingkan remover pada umumnya sehingga mengurangi risiko rusaknya kutikula."
Kikir kuku kamu dengan foam emery board. Lippmann mengingatkan untuk nggak memakai yang metal. ”Sekali salah gerakan, bisa-bisa terjadi pendarahan.” jelas Lippmann. Kikir perlahan dari tepi luar kuku menuju ke tengah. ”Jika kamu melakukannya bolak-balik, bisa menyebabkan kuku pecah atau terkelupas,” tambah Lippmann.
Berikan cuticle remover pada kuku, lalu rendam jari tangan/kaki sebentar dalam wadah berisi air hangat yang sudah dicampur dengan dua tetes cuticle remover dan beberapa tetes minyak zaitun. Gunakan alat khusus untuk mendorong kutikula secara perlahan dengan gerakan memutar.
Pakai gunting khusus kutikula untuk memotong kutikula. Lippmann mengingatkan, ”Lebih baik beli gunting kutikula yang sedikit lebih mahal. Yang murah biasanya nggak terlalu tajam, sehingga membuat kamu memotong lebih banyak. Iniyang biasanya meningkatkan kemungkinan infeksi.”
Ulangi langkah 1-4 pada kedua tangan/kaki. Lalu, kamu bisa mulai mengecat kuku. Biasanya, agak sulit untuk mengecat kuku jika kamu tidak terbiasa. ”Kuncinya adalah menjaga tangan kamu tetap stabil dan nggak bergerak,”begitusaran Lippmann.lajuga menambahkan cara yang lebih efektif, yaitu letakkan siku kamu di meja, putar jari ke arah tubuh, dan gunakan tangan satunyauntuk mengoles cat kuku.
Pijat jari tangan dengan menggunakan cuticle cream, tambahkan dengan krim untuk tangan.
Bersihkan kuku. Paling gampang, pakai cotton buds yang sudah dicelupkan dulu ke dalam non-acetone remover. Hapus sisa cat kuku yang berada di luar kuku dan sempurnakan bentuknya. Atau, kamu bisa juga menggunakan nail polish correction, alat biasanya berbentuk seperti pensil yang berfungsi untuk memperbaiki cat kuku yang keluar jalur saat pemakaian.
Lakukan pengecatan dalam tiga tahap: lapisan dasar (dengan base coat), tengah (dengan nail polish pilihan), dan atas (dengan top coat). "Jangan melewatkan lapisan dasar dan atas. Karena bisa melindungi kuku dan warnanya awet,” begitu penuturan Lippmann.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.