Apa Indikasi Orgasme Pada Wanita?

Apa Indikasi Orgasme Pada Wanita

Ketika seseorang terangsang secara seksual, ia akan menjadi tegang. Tingkat ketegangannya berbeda-beda sesuai tingkat rangsangan yang dirasakannya. Ketegangan ini meliputi semua anggota tubuh; otot, jantung, paru-paru, dan syaraf. Dan terkadang meliputi kandung kemih, lalu detak jantung yang menjadi cepat dan disertai meningkatnya tekanan darah, merupakan dua tanda yang menunjukkan ketegangan jasmani ini. Adapun ketegangan syaraf, maka tampak terlihat pada banyak hal. Di antaranya misalkan, kurangnya atau hilangnya kepedulian kedua belah pihak terhadap apa yang terjadi di sekitarnya ketika mereka tenggelam dalam aktivitas seksual. Dan di antaranya, kedinginan syaraf-syaraf perasa pada keduanya, sehingga gigitan, cubitan, gerakan-gerakan yang kasar, ataupun tubuh yang keras tidak akan menimbulkan rasa sakit ataupun gangguan pada salah satu dari keduanya pada saat hubungan intim.

Semua ini adalah gejala dan indikasi yang kuat bahwa kedua belah pihak sedang menikmati aktivitas seksual. Dan manakala tegang adalah kondisi yang tidak normal dari segi psikologis, dengan artian tidak mungkin bagi tubuh manusia untuk terus dalam kondisi menegangkan ini, kecuali jika Allah menghendaki, terlebih dengusan nafas yang terjadi di tengah-tengah aktivitas seksual gagal dalam memberikan pasokan oksigen yang memadai bagi sel-sel tubuh bagian dalam sehingga ia mengalami seperti tercekik, apabila kondisinya sampai tingkat ini, maka mengakhiri aktivitas seksual adalah perkara wajib, agar jaringan-jaringan sel serta anggota-anggota tubuh bisa merasakan kembali karakter psikologisnya, lalu ketika itu syarafsyaraf diluapi oleh perasaan puas, tidak hanya kepuasan fisik, tapi juga kepuasan otak dan jiwa.

Kondisi-kondisi perasaan inilah yang kita sebut sebagai "kenikmatan", dan kita mengistilahkannya dengan istilah "orgasme/ klimaks". Karena manusia pada saat dihinggapi kenikmatan ini perasaannya tidak berbeda dengan perasaan yang dirasakannya ketika rasa hausnya dihilangkan oleh minuman yang menghilangkan dahaganya. Kosa kata Arab yang paling sering digunakan untuk menunjukkan perasaan ini adalah asy-Syabaq. Kalau begitu, orgasme adalah, kondisi perasaan atau sensasi syaraf yang terjadi ketika hilangnya ketegangan yang ditimbulkan oleh rangsangan seksual

Apa indikasi orgasme pada wanita? 

Wanita berbeda dengan laki-laki dalam hal indiksi orgasme, di mana semua laki-laki, kecuali yang menderita gangguan saluran sperma (vas deferen) tersumbat, mereka mengeluarkan mani di akhir aktivitas seksual. Adapun wanita, perbedaan di antara mereka dalam masalah ini jumlah dan bentuknya sangat beragam.

Di antara wanita misalkan, ada yang tidak merasakan sesuatu yang luar biasa, selain perasaan puas penuh kenikmatan psikis disertai keinginan merelaksasikan badan secara sempurna dan rasa ngantuk.

Dan di antara mereka, ada yang dihinggapi ketegangan yang sangat ekstrim dan terfokus pada pusat-pusat syaraf yang mengendalikan beberapa otot khusus. Misalkan, orgasme tampak pada kejangnya otot-otot yang mengitari mulut vagina serta otot-otot yang ada di sekitarnya. Dan ada lagi beberapa kondisi yang dikenal di kalangan para dokter, yaitu suami tidak bisa mencabut penisnya dari vagina sang istri, disebabkan oleh kejang hebat pada otot-otot yang menguasai mulut vagina, sehingga harus dilakukan pembiusan terhadap si istri agar otot-otot ini kendor.

Dan contoh yang lain misalkan, orgasme terkadang tampak dalam bentuk kejang yang menimpa otot-otot wajah, baik reaksi itu saja, atau disertai dengan mengecilnya otot-otot pernafasan, sehingga si wanita mengalami tarikan nafas panjang yang dalam, yang seringkali disertai rintihan, atau teriakan, atau keinginan untuk menggigit atau mencakar tubuh suami.

Dan juga, misalkan, kadang-kadang orgasme tampak dalam bentuk kejang yang menimpa otot rahim itu sendiri, atau otot dinding kandung kemih dan keinginan pipis yang sangat yang diakibatkannya.

Demikianlah, walaupun orgasme merupakan klimaks kenikmatan dan kesenangan seksual, seringkali pada saat mencapai orgasme, wanita ditimpa oleh kondisi syaraf yang sebaliknya, di mana istri akan menghindari dan menjauhi suami serta tidak mau disentuh olehnya pada bagian atau tempat mana saja dari tubuhnya.

Kadang-kadang, ketegangan istri berakhir dengan membanjirnya kelenjar-kelenjar keringat yang tertanam di permukaan kulit pada tepi-tepi organ genitalnya, demikian juga membanjirnya sel-sel lendir yang menutupi vagina. Kami katakan, kadang-kadang ketegangan berakhir dengan membanjirnya kelenjar-kelenjar ini dan sel-sel itu dengan darah, lalu wanita tahu, dan kemaluannya ditimpa basah yang bisa dirasakan. Jika fenomena ini disertai penyusutan pada otot rahim, bisa saja mulut leher rahim terbuka, lalu dari sana keluar sebagian lendir yang menyebabkan bertambahnya tingkat kebasahan kemaluan.

Masih banyak bentuk-bentuk lain selain dari yang kami sebutkan yang dikenal di kalangan para dokter, bahkan juga dikenal para istri sendiri. Apabila terjadi kesamaran atau kerancuan pada sebagian mereka, itu akibat dari prasangka mayoritas mereka bahwa fenomena orgasme hanya satu bentuk saja pada seluruh wanita. Ini salah, tapi sebaliknya setiap wanita memiliki tabiat tersendiri.

Apakah wanita bisa orgasme dengan cumbu rayu?

Orgasme, sebagaimana yang telah kami terangkan, adalah sensasi psikis dan otak, dan tidak ada satu alasan pun yang mencegah tercapainya orgasme atau klimaks pada wanita melalui cumbu rayu saja. Di mana, cumbu rayu adalah salah satu sarana rangsangan seksual sebagaimana hubungan intim. Apabila tubuh diluapi ketegangan hebat melalui salah satu dari keduanya, maka wanita dimungkinkan mencapai orgasme.

Sepertinya, pertanyaan ini dibangun di atas persepsi bahwa orgasme pada pasangan suami-istri harus tergapai dalam satu waktu (secara bersamaan). Benar, ini adalah perkara yang diimpiimpikan. Akan tetapi sangat-sangat langka sekali ini terjadi. Untuk sampai kepadanya perlu latihan panjang dari kedua pasangan suami-istri.

Apabila permasalahan ini kita kesampingkan sejenak, maka kita terpaksa mendiskusikan realita yang umum terjadi setiap hari, yaitu perbedaan waktu orgasme pada pasangan suami-istri.

Sensasi seksual wanita bukan hanya perasaan terpendam yang harus dikeluarkan, tapi lebih dari itu, ia merupakan perasaan yang sulit diungkapkan dan perlu latihan! Tercapainya klimaks atau orgasme sempurna pada wanita serta waktu tercapainya adalah dua perkara yang tergantung pada peran yang dimainkan suaminya.

Contohnya, di antara wanita ada yang mencapai orgasme lewat ciuman pada bibirnya, atau mengisap puting payudaranya, atau mencumbui organ luar genitalnya. Dan di antara mereka ada yang mencapai orgasme sebelum orgasme laki-laki.

Tidak ada undang-undang yang mengatur percintaan hubungan seksual suami dengan pasangannya. Orgasme atau ejakulasi adalah sensasi nikmat yang ditimbulkan oleh rangsangan yang mencapai klimaksnya, di mana semua yang merangsang dapat mengantarkan pada orgasme.

Kapan aktivitas seksual berakhir?

Pertanyaan penting yang selalu terlontar, kapan aktivitas seksual berakhir? Atau bagaimanakah aktivitas seksual berakhir dan kedua belah pihak (suami dan istri) dapat merasakan kepuasan dan kenikmatan yang sempurna?

Aktivitas seksual pada suami berakhir dengan ejakulasi atau keluarnya sperma. Adapun perempuan, ia tidak mengeluarkan cairan apa pun. Oleh sebab itu, indikasi ia telah sampai pada kenikmatan seksual yang dicari-cari lewat hubungan intim menjelma dalam bentuk yang beragam. Sebagian perempuan, beberapa saat ia ditimpa seperti hilang kesadaran. Dan sebagian yang lain, mengalami kejang, atau mengeluarkan rintihan dan tidak lama setelah itu semua otot-otot tubuhnya akan kembali relaks, maka ia tidak akan merespon gerakan-gerakan suaminya jika suaminya sama sekali belum mencapai orgasme.

Kedua belah pihak akan terengah-engah menandakan tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini mirip kondisi yang menimpa atlet sehabis melakukan olahraga berat, seperti lari misalkan. Dan mungkin perlu kami sebutkan, bahwa raut wajah manusia ketika selesai dari aktivitas seksual mirip seperti wajah orang yang keletihan.

Inilah ringkasan yang harus diketahui berkaitan dengan aktivitas seksual. Apabila kita menengok kembali tema frigiditas pada wanita, kita temukan pada umumnya tidak keluar dari keberadaannya sebagai sebuah fenomena yang menunjukkan tidak adanya reaksi dari wanita untuk melakukan hubungan intim.

Pengalaman semua ahli menunjukkan, bahwa sikap laki-laki yang meremehkan foreplay merupakan faktor penyebab terbesar kefrigiditisan wanita yang seharusnya dirangsang secara seksual sebelum hubungan intim. Laki-laki semestinya tidak hanya mencari daerah-daerah yang sensitif pada kekasihnya, tetapi juga mesti mencari cara terbaik untuk proses pemanasan ini yang lebih disukai wanita. Bukan aib apabila laki-laki melakukan itu selama bertujuan untuk menciptakan suasana yang hangat bagi kehidupan seksual yang nyaman antara dia dan istrinya.

Di antara perkara menyebalkan bagi wanita ketika hubungan seksual adalah, sikap tidak memperhitungkan kehendaki nya, lalu si laki-laki mendatanginya mengikuti tabiat dan kehendaknya tanpa memperhatikan kemauan pasangannya. Hasrat untuk melakukan hubungan intim merupakan perkara yang lebih penting bagi wanita ketimbang laki-laki, dan ketidakadaan hasrat untuk melakukan hubungan intim pada wanita dapat menyebabkan proses perangsangan terasa sulit. Sebagaimana telah kita jelaskan, bahwa rangsangan sangatlah penting dalam hubungan seksual. Termasuk faktor penyebab sang istri tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim adalah ketidakmampuan laki-laki untuk memilih waktu yang tepat. Seringkali laki-laki berhasrat untuk bersenggama dengan pasangannya sementara pasangannya sedang marah, atau letih, atau ngantuk.

Perbedaan dalam hal keinginan memperoleh keturunan juga seringkali menyebabkan frigiditas istri. Apabila suami berharap dalam hubungan intim supaya memperoleh anak, sementara istri melihat sebaliknya atau ingin menundanya beberapa waktu, dalam kondisi ini ia akan merasakan bahwa suaminya tidak mempedulikan sedikit pun dari perkaranya, dan bahwa dia tidak diperhitungkan serta hanya dijadikan sebagai objek memperoleh anak, tidak lebih dan tidak kurang, sehingga keinginan mencari kesenangan lewat hubungan seksual akan hilang darinya dan tidak butuh waktu yang lama, ia akan memandangnya dengan pandangan benci dan berakibat fri gidi tas pada wanita.

Bisa juga terjadi sebaliknya, di mana istri mengharapkan memperoleh anak, namun suaminya menentangnya dalam hal itu. Maka akan mengakar di pikiran wanita sebuah pikiran bahwa suaminya telah merampas sebagian haknya sebagai istri dan bahwa suaminya tidak memandangnya kecuali sebagai objek pelampiasan syahwatnya semata.

Dan masih banyak lagi kondisi-kondisi serupa yang sangat mudah diselesaikan lewat saling memahami dan komunikasi yang bagus serta lapang dada, serta usaha suami untuk memahamkan istrinya bahwa keduanya harus sepakat secara pemikiran dan perbuatan sehingga sikap dingin istrinya mencair.

Kita berhenti di sini. Sudah cukup bagi kita pembicaraan mengenai aktivitas seksual. Untuk selanjutnya kami katakan, bahwa di antara sesuatu yang paling penting yang mesti kita sebutkan dan kita tekankan demi tercapainya kehidupan suami istri yang harmonis yaitu, hendaknya ada perasaan saling memahami, cinta, cumbu rayu, dan canda ria antara kedua pasangan suami istri. Islam telah memerintahkan hal itu dan menganjurkan cumbu rayu, canda ria, dan usaha mencintai dan menumbuhkan suasana saling menyayangi sehingga kehidupan penuh dengan kebahagiaan sempurna. Barangkali para ahli telah merekomendasikan dan menjelaskan hal itu seperti yang kami paparkan. Alangkah indahnya bila kita berpegang dengan ajaran agama kita yang lurus, mari kita dengarkan Firman Allah yang artinya :

"Dan dijadikanNya di antara kalian rasa kasih dan sayang." (ArRum: 21). Tafsirannya adalah seperti yang telah disebutkan.

Tidaklah agama itu kecuali sebagai sumber pengetahuan bagi kebaikan orang-orang yang memeluknya dan yang mengetahui.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.