Apa Itu Selaput Dara? Inilah Mitos Malam Pertama Pengantin

Apa Itu Selaput Dara, Inilah Mitos Malam Pertama Pengantin, selaput dara robek, pembahasan seputar selaput dara, saya tidak perawan lagi
Image copyright klinikginekologi.net

Selaput dara (hymen) yaitu selaput tipis yang menghubungkan antara organ reproduksi luar (vulva) dengan pangkal organ reproduksi dalam (vagina). Atau selaput tipis yang terletak antara labia mayora dan labia minora dari satu sisi, dan saluran rahim (uterus) dari sisi yang lain. Terletak pada kejauhan dua atau tiga sentimeter dari pintu luar.

Selaput dara ini berfungsi sebagai pelindung vagina yang merupakan bukti tidak pernah terjadi hubungan kelamin secara sempurna sebelum malam pertama (pernikahan), atau dengan kata lain bahwa itu bukti alami atas keperawanan dan kegadisan seorang wanita.

Selaput ini tidak tertutup secara sempurna. Dengan kata lain, terdapat satu atau lebih celah yang menjadi tempat lewatnya darah menstruasi remaja putri setelah baligh. Penamaan selaput ini mengikuti bentuk celah yang ada. Bila memiliki satu celah membentuk lingkaran, maka ia dinamakan selaput anularis (lingkaran), atau berbentuk bulan sabit maka dinamakan selaput samiluner, atau bergerigi maka dinamakan korolifornis (gergaji), atau berbentuk bintang maka dinamakan selaput fimbriatus (bintang). Dan terkadang selaput ini memiliki dua celah atau lebih, maka dinamakan selaput septus atau kribriformis (seperti penyaring). Demikianlah, penamaan selaput dara disesuaikan dengan bentuk celah yang dilalui darah menstruasi.

Jarang sekali ditemukan selaput dara yang tertutup secara sempurna, yakni selaput dara tanpa celah sebagai tempat lewatnya darah menstruasi. Dalam kondisi seperti ini, remaja putri akan merasakan rasa sakit yang sangat dan perih bila setelah menginjak usia baligh belum juga melihat darah menstruasi. Setelah masa ini, akan muncul benjolan di bagian bawah perut, yang bentuknya akan berbeda-beda sesuai dengan jumlah hitungan bulan yang telah lewat semenjak si gadis menginjak baligh. Benjolan ini mirip kehamilan, tapi sebenarnya benjolan tersebut adalah uterus yang penuh dengan darah yang tertahan. Kadangkala, pada setiap bulannya si gadis akan merasakan perih atau rasa sakit yang sama dengan rasa sakit menstruasi walaupun darah menstruasi tidak terlihat, dan bisa jadi menyebabkan urine tertahan.

Dalam kondisi seperti ini harus dilakukan operasi ringan untuk melubangi selaput dara agar darah menstruasi dapat keluar pada setiap bulannya. Operasi ini selesai dalam hitungan beberapa detik saja setelah dilakukan pembiusan total. Umumnya dokter akan memberikan keterangan medis mengenai rincian kondisinya.

Ada lagi jenis selaput dara yang lain, di antaranya selaput yang sangat tebal, yang tidak mampu dirobek (baca: ditembus) oleh sang suami pada saat melakukan penetrasi, dan kondisi ini perlu dilakukan operasi oleh ahli bedah.

Apakah saya harus menjauhi aktivitas olahraga untuk menjaga selaput dara?

Pertanyaan penting yang banyak dikeluhkan dan dicemaskan para remaja putri, khususnya mereka yang rutin berolahraga adalah, apakah aktivitas dan latihan olahraga berpengaruh terhadap keselamatan selaput dara?

Kami tegaskan, selaput dara sama sekali tidak terpengaruhi oleh berbagai aktivitas dan latihan olahraga yang ditekuni remaja putri, bahkan olahraga berat sekalipun. Justru olahragawati mempunyai keistimewaan dengan kelenturan otot, jaringan-jaringan tubuh dan persendian-persendian yang terdapat jaringan selaput padanya. Kondisi-kondisi yang ringan tidak akan berpengaruh terhadap selaput dara.

Selaput dara tidak akan pecah kecuali jika si gadis jatuh pada sesuatu yang runcing atau benda tajam yang mengarah pada vagina. Hanya pada kondisi ini saja, yang bisa membuat selaput dara sobek. Kasus ini tidak khusus pada saat menekuni olahraga, tetapi bisa jadi dialami setiap remaja putri bilamana ia jatuh pada benda tajam ketika melakukan aktivitas-aktivitas yang lain.

Berangkat dari sini, kami tegaskan kepada semua remaja putri yang menggandrungi olahraga, tekuni latihan-latihan olahraga sederhana dengan penuh kebebasan tanpa perlu rasa khawatir terhadap keselamatan selaput dara. Tapi hindari duduk di atas benda-benda yang runcing. Tidak perlu khawatir untuk menekuni berbagai olahraga yang ada (seperti lari, jalan, menunggang kuda, sepeda, dan lain-lain). Tidak samar bagi Anda akan urgensi melakukan olahraga untuk menguatkan dan melenturkan otot tubuh, baik sebelum dan sesudah menikah.

Inilah Mitos Selaput Dara Dimalam Pertama Pengantin Baru

Selaput yang sebenarnya sederhana ini menjadi masalah besar dan ditakuti setiap kalangan; baik pengantin laki, pengantin wanita, bapak, dan ibu, terlebih pada malam pertama. Ditambah lagi persepsi salah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat berkenaan dengan selaput dara dan dugaan para remaja putri bahwa jika selaput dara tebal, proses merobeknya mirip melubangi benda, sebagaimana pemahaman ini banyak dijumpai di tengah-tengah masyarakat.

Pengantin laki-laki membayangkan aktivitas merobek selaput dara sebagai pekerjaan yang berat dan sukar, sehingga ketika ia menemui pasangan barunya, ia membayangkan bahwa ia butuh tenaga ekstra untuk menembus selaput dara pasangannya.

Sementara banyak remaja putri yang digerogoti rasa takut dan cemas pada malam pertama pernikahan, lantaran banyaknya cerita dan dongeng yang didengar dan yang berkembang di sekitarnya tentang rasa perih akibat robeknya selaput dara.

Kami tegaskan, rasa perih yang timbul akibat sobeknya selaput dara sangatlah ringan, dan akan segera hilang manakala keduanya telah sampai pada orgasme, jika si suami mahir dalam melakukan hubungan intim dengan pasangan barunya.

Telah tersebar di kalangan masyarakat juga, bahwa remaja putri akan mengalami pendarahan hebat akibat sobekan selaput dara. Tetapi, kasus ini sangat-sangat jarang terjadi. Kalaupun terjadi, itu disebabkan buruknya cara merobek selaput dara, sehingga organ-organ lain di sekitar selaput dara juga ikut kena imbas.

Kewajiban moral pengantin laki-laki di malam pertama

Benar, pengantin laki-laki tidak akan menemukan kesulitan pada malam pertamanya untuk merobek selaput dara pasangannya. Hanya saja, ketika melakukan hubungan intim, ia harus pandai mengemas suasana nan penuh kasih. Gadis pasangan barunya ini, ia meninggalkan rumah orangtuanya kemudian kini menemukan dirinya telah bersamanya di alam yang baru.

Seyogyanya ia harus memperlihatkan kepada istrinya rasa kasih, cinta, dan kelembutannya, bukan menganggapnya bak binatang buruan yang mesti diterjang dan diterkam. Bahkan pada malam ini ia harus memposisikannya sebagai wanita yang sedang dikhitbah, bukan sebagai wanita lain yang tidak ada ikatan dengannya atau sebagai istri.

Malam ini bukan malam bersenang-senang, tapi merupakan malam kasih, malam bercinta tanpa senggama. Malam ini memiliki arti psikolog yang penting yang lebih dari kenikmatan fisik. Maka, hendaklah malam ini dijadikan sebagai malam kasih sayang, malam cinta, dan bukan malam perang dan berburu. Janganlah sang suami hanya mencari kenikmatan semata pada malam ini, hendaknya ia memberi perhatian pada istrinya, tidak melukai perasaannya dengan sikap tergesa-gesa dan tidak sabarnya. Perlahan dan pelan ia akan segera meraih semua impiannya.

Dalam suasana lampu yang temaram, setelah membiarkan istrinya tampil tanpa busana, janganlah dia mendatanginya kecuali ia telah berbaring di ranjang. Sebagaimana ia pun juga mesti melepas busananya, entah di kamar sebelah atau di balik penutup, dan jangan mengejutkannya dengan penampilan bugil, karena yang demikian itu akan membentuk image yang menjijikkan pada hari pertama.

Demi menguatkan rasa percaya diri dan mental seorang istri, serta memotifasinya untuk terlepas dari rasa takut, proses perobekan selaput dara harus dilakukan dengan santai tanpa adanya pemaksaan.

Urgensi cumbu-rayu dan foreplay (pemanasan) sebelum penetrasi

Sebelum melakukan penetrasi, terlebih dahulu suami mesti mencumbu dan merayu pasangan barunya dengan penuh perasaan. Memperbanyak necking, petting, ciuman, dan pelukan. Memberikan istrinya bisikan lembut, sentuhan, dan kata-kata romantis supaya pasangannya terangsang dan sebagian kelenjarnya bekerja membasahi vagina dengan cairan vagina sebagai reaksi dari rangsangan pasangannya. Cairan ini bekerja membantu memudahkan proses penetrasi.

Setelah merangsang pasangan dengan perlahan dan hatihati, suami mengarahkan kepala penisnya di antara labia minora kurang lebih ke arah selaput dara. Dalam beberapa hitungan menit saja, dan tidak perlu menunggu waktu lama, penetrasi menjadi bisa dan mudah dilakukan. Disertai dengan sentuhan ringan pada beberapa organ sensitif istri, penetrasi akan berhasil dilakukan, di mana beberapa tetes darah akan segera jatuh disertai sedikit rasa perih yang tidak seberapa. Rasa perih ini akan sirna bersamaan dengan diraihnya kenikmatan seksual.

Yang kita inginkan dari semua itu adalah, agar proses perobekan selaput dara berlangsung dalam suasana penuh kasih dan cinta, serta penuh kedamaian, bukan dilakukan dengan beringas dan galak. Sangat tidak elok bila kehidupan bersuamiistri diawali dengan suasana yang lebih dekat kepada pemerkosaan.

Di zaman sekarang, sebagian suami-istri sengaja tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu pada malam pertama atau malam kedua sampai rasa takut dan rasa khawatir yang dilahirkan suasana ini hilang. Terlebih bila kedua pasangan belum ada pengetahuan sama sekali. Di sini kami nasihatkan kepada para suami yang gagal merobek selaput dara pada malam pertama agar menundanya sampai esok pagi.

Luka akibat aktivitas merobek selaput

Umumnya akan terjadi sobekan biasa pada selaput, akan tetapi menyisakan sedikit rasa perih. Butuh "libur" dua sampai tiga hari untuk memulihkannya. Pada kondisi ini, kami sarankan untuk meninggalkan hubungan intim selama dua hari berikutnya pasca perobekan selaput.

NEXT : Cara Merapatkan Miss V ( daerah kewanitaan ) Tradisional

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.