Bagaimana Cara Merawat Kullit?

Bagaimana Cara Merawat Kullit, cara agar kulit sehat

Kulit atau permukaan kulit adalah cermin yang dengannya kita bisa memastikan kondisi tubuh secara umum. Pada musim panas, orang-orang bergegas menuju tempat-tempat liburan; mengenakan pakaian tipis, membiarkan diri mereka terkena sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu yang panjang. Mereka melakukan hal itu lantaran tergoda dengan dinginnya air dan bersenang-senang dengan hangatnya sinar matahari.

Banyak orang tidak mengerti, bahwa matahari bisa menyebabkan belang-belang (seperti bekas luka bakar) yang berbahaya pada kulit. Warna kecoklat-coklatan yang muncul pada permukaan kulit setelah melewatkan waktu beberapa lama di pesisir pantai, tidak selamanya merupakan bukti sehat. Bahkan ia merupakan peringatan bagi pelakunya bahwa dia kelebihan dosis sinar ultra Violet yang mengenai tubuhnya, yaitu sinar yang efeknya tidak hilang dengan hilangnya gejala-gejala seperti warna coklat permukaan kulit, warna merah kulit, belang kulit, dan kulit yang terkelupas. Dosis ultra violet yang lebih ini memiliki efek negatif yang berkesinambung. Dengan kata lain, efeknya akan terus bertambah tahun demi tahun, hingga kadangkadang muncul tumor -sebagiannya ganasatau kerut pada kulit, yang menjadikan seseorang tampak kelihatan lebih tua sebelum waktunya.

Berdasarkan hal ini, harus diambil sikap hati-hati dan waswas serta tidak menganggap sepele perkara belangnya kulit karena sinar matahari, walaupun orang yang mengalaminya menyangka dirinya telah sembuh total dengan hilangnya gejalagejala tersebut setelah beberapa hari.

Di antara efek yang menambah bahaya kondisi ini dan semakin banyaknya angka orang-orang yang terkena tumor kulit ganas akibat kontak langsung dengan sinar matahari dalam jangka waktu yang panjang adalah, adanya isu terjadinya lubang besar pada lapisan ozon bumi. Yaitu lapisan yang berfungsi sebagai pelindung yang menghalangi tembusnya sinar ultra violet dari matahari yang menimpa permukaan bumi beserta segenap benda dan makhluk yang ada di atasnya. Lubang ini, jika semakin lebar akan menambah prosentase kemungkinan serangan kanker kulit, karena dengan semakin besarnya lubang ini, berarti semakin besar lewatnya sinar yang sangat berbahaya ini.

Sinar ultra Violet adalah sinar yang sangat pendek, yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Digunakan di tempattempat penelitian ilmiah (laboratorium) untuk membunuh berbagai macam bakteri. Sehingga digunakan untuk mensterilkan alat-alat perlengkapan proses operasi, dan untuk mensterilkan sebagian makanan dari penyebab-penyebab kerusakan.

Gelombang sedang dan gelombang panjang sinar ultra Violet tidak hanya menyebabkan belang kulit saja, bahkan bisa menyerang sel penglihatan pada mata sehingga berakibat kehilangan penglihatan. Di samping dapat menyebabkan kanker kulit, kadang-kadang juga dapat berakibat perubahan pada sistem kekebalan dan daya tahan kulit yang melindungi manusia dari banyak gangguan dan mikroba-mikroba berbahaya yang mematikan.

Pada tahun 1987 M. Perwakilan Amerika untuk Perlindungan Lingkungan Hidup mengeluarkan statemen yang intinya, bahwa setiap kekurangan pada lapisan ozon seukuran 1%, kemungkinan terserang kanker kulit akan semakin meningkat antara 1 3%. Sesungguhnya kontak dengan sinar ultra Violet dengan jumlah besar dapat berakibat perubahan pada susunan DNA pada inti sel kulit. Perkara yang akan memicu tumbuhnya tumor ganas.

Setelah beberapa tahun seseorang membiarkan kulitnya secara terus menerus terkena sinar matahari secara langsung seperti yang terjadi di daerah-daerah pesisir pada musim panas-, pertama kali, efek yang diakibatkan oleh hal tersebut muncul dalam bentuk bintik-bintik kecil yang mengelupas, pada daerahdaerah yang biasa tidak dilindungi pakaian dari sinar matahari (seperti hidung dan wajah). Bintik-bintik ini bisa berubah menjadi kanker pada sel kulit bawah, dan mulai menyebar secara perlahan ke jaringan-jaringan lain yang berdekatan.

Kanker sel-sel squamous kulit adalah yang paling cepat pertumbuhannya dan mampu berpindah ke bagian-bagian tubuh yang lain. Kanker ini biasanya muncul pada daerah-daerah kulit yang banyak melakukan kontak dengan sinar matahari.

Tetapi, dari kanker-kanker ini, yang paling ganas menyerang adalah, kanker yang tumbuh dari daerah-daerah kulit yang berwarna (seperti tahi lalat-yang jinak). Biasanya, pertama kali tumbuh berbentuk bintik-bintik tipis berwarna abu-abu atau hitam, dan pada akhirnya bisa berubah menjadi merah, atau putih, atau biru seperti titik darah dan ditutupi kulit yang terkelupas. Kanker ini tumbuh sangat cepat, apabila telah mencapai ukuran tertentu, bisa saja berpindah ke daerah-daerah tubuh yang lain.

Barangkali, orang yang paling rentan terserang kanker kulit yang tumbuh akibat terkena sinar matahari adalah, mereka yang memiliki kulit putih dan mata berwarna, terlebih orang-orang yang berambut merah atau pirang atau yang kulitnya berbintikbintik. Mereka itu lebih cepat terbakar dengan sinar matahari, dan kulit mereka lebih rentan terkelupas dengannya.

Domisili di belahan dunia tertentu memainkan peran penting untuk terserang kanker kulit. Di daerah katulistiwa, sinar matahari jatuh menghujam dengan tegak kepada manusia. Di tempat-tempat ini, seseorang akan terkena kadar sinar ultra violet paling besar. Adapun jika seseorang berdomisili menjauh dari garis katulistiwa, baik ke utara atau ke selatan, sinar matahari akan jatuh miring kepadanya (tidak tegak). Kemiringan ini akan meminimalisir ketebalan sinar ultra violet.

Pada dekade belakangan, muncul beberapa obat-obat kedokteran yang ditempelkan/ dioleskan di atas kulit sebagai pelindung dari bahaya terbakar matahari, sehingga bisa mengurangi kemungkinan terserang sinar ini.

Tahi lalat ganas
Pemeriksaan tahi lalat harus dilakukan secara rutin dan intensif, dan agar pengawasannya dilakukan dengan jeli dengan meminta bantuan dokter spesialis penyakit kulit.

Memeriksa tahi lalat adalah tindakan prefentif paling tepat yang harus dilakukan untuk mengantisipasi terserang kanker kulit, dan hal itu merupakan tindakan yang dapat mencegah berubahnya tahi lalat yang kelihatannya biasa saja menjadi tumor yang bisa mengancam hidup. Kanker ini adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling cepat penyebarannya bila dibandingkan dengan jenis-jenis kanker yang lain -kecuali kanker paru-parupada wanita.

Jika di badan Anda terdapat tahi lalat, Anda tidak perlu takut ataupun resah. Tetapi jangan masa bodoh begitu saja. Anda harus memonitornya secara rutin. Apabila terjadi perubahan tertentu, baik dalam bentuk penampilan ataupun ukuran, itu menandakan Anda harus segera menghubungi dokter spesialis penyakit kulit secepatnya.

Walaupun kebanyakan tahi lalat adalah normal, tidak mengganggu, dan tidak perlu dihilangkan, namun pada sebagian waktu bisa berimplikasi pada kanker kulit, yang sangat cepat menyebar pada tubuh dan sangat ganas, tidak hanya terhadap kulit, tapi juga terhadap bagian-bagian tubuh yang lain.

Karena pendeteksian dan penyembuhan penyakit ini secara dini sangatlah penting, maka harus dilakukan konfirmasi terhadap perubahan-perubahan apa saja yang bisa terjadi pada warna atau bentuk tahi lalat pada dokter spesialis penyakit kulit. Sebagaimana juga harus diperhatikan ada atau tidak adanya rasa sakit atau cairan atau pendarahan yang bersifat spontan dari tahi lalat.

Telah ditemukan, bahwa orang-orang yang berkulit terang dan yang terlalu banyak terkena sinar matahari, mereka adalah orang-orang yang paling rentan terhadap bahaya beralihnya tahi lalat menjadi kanker tumor.

Tidak bagus membiarkan diri terlalu lama terkena sinar matahari pada waktu antara jam 10 pagi sampai jam 12 siang, karena pada waktu itu terik panas sinar matahari sedang dalam klimaksnya.

Kita tidak mengatakan harus menjauhi sinar matahari secara total. Bahkan, sinar matahari memiliki peran penting dalam pembentukan vitamin D dalam tubuh manusia, terutama anakanak. Tetapi, tubuh cukup terkena sinar matahari setiap harinya antara 20 sampai 30 menit untuk mendapatkan hal itu. Walaupun sebenarnya, ada banyak jenis makanan pengganti yang bisa menggantikan vitamin D dari sinar matahari, seperti produkproduk susu dan minyak ikan.

Mayoritas tahi lalat lebih sering hanya sebagai gangguan ketimbang sebagai penyakit. Hanya saja, mengikuti proses-proses antisipasi berperan besar dalam meminimalisir kekhawatirankekhawatiran yang mungkin timbul.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.