Pahami, Mengapa Rambut Menjadi Rontok? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Setiap helai rambut di kepala Anda, di dalam perjalanan hidupnya akan melalui beberapa fase. Fase-fase ini bisa diringkas menjadi dua fase utama: Fase pertama, fase pertumbuhan. Fase kedua, fase stagnasi (berhentinya masa pertumbuhan)

Mengapa Rambut Menjadi Rontok, penyebab rambut rontok, gimana atasi rambut rontok, hal yang membuat rambut rontok
Image copyright houstonhairlossclinic.com

- Fase stagnasi akan berlanjut dua sampai tiga bulan, kemudian setelahnya rambut akan rontok secara total, di mana hal ini merupakan kesempatan bagi akar-akar rambut untuk menyerap nutrisi dan tumbuhnya rambut baru yang menggantikan rambut-rambut yang telah rontok.

- Biasanya, 90% rambut kepala pada setiap waktu berada dalam fase pertumbuhan. Ini perkara yang normal dan wajar, sementara rambut-rambut lainnya (sekitar 10%) berada dalam fase stagnasi. Ini berarti, setiap hari, kepala kehilangan lima puluh sampai seratus helai rambut.

- Di sini, kita akan mencermati perkara ini, khususnya ketika kerontokan rambut terjadi secara besar-besaran lebih dari batas normal.

- Apabila banyak dari rambut Anda, lebih dari batas normal, berhenti melakukan pertumbuhan dan mulai memasuki fase stagnasi, Anda akan dapati kerontokan rambut yang banyak.

- Jumlah helai rambut kepala mencapai seratus ribu helai. Jumlah ini akan berganti selang lima tahun, karena rambut memiliki batas umur, dan umur yang sedang bagi rambut adalah lima tahun. Dan tentunya, rambut tidak akan rontok secara keseluruhan sekaligus dalam satu waktu, sebagaimana yang telah kita sebutkan.

- Apabila dalam satu hari jumlah helai rambut yang rontok lebih dari batas normal, maka ada beberapa faktor yang menyebabkannya, di antaranya:

1. Faktor psikologis 

- Ada hubungan timbal-balik antara rambut dan kondisi psikologis. Di mana benturan jiwa akan menyebabkan apa yang disebut dengan penyakit alopecia, yaitu rambut akan rontok pada satu atau beberapa tempat. Tempat ini akan terlihat botak dan mengkilat, di sekitarnya tumbuh rambut-rambut pendek yang agak keras pada lingkaran luarnya, dan lebih gampang dicabut dari rambut yang sehat.

- Sebagian kondisi psikologis dan gangguan syaraf, juga menyebabkan remaja putra atau remaja putri untuk menarik-narik rambutnya yang tumbuh pada bagian-bagian tertentu, umumnya pada bagian depan samping kepala, atau alis, atau kumis pada laki-laki, yang berakibat rontoknya rambut pada bagian tersebut.

- Pada beberapa kondisi psikis seperti gangguan jiwa (schizophrenia), kadang-kadang rambut akan tumbuh pada tempattempat yang tidak lazim dan dengan cara yang tidak lazim pula.

- Masih ada lagi efek negatif lain dari gangguan psikologis, akan tetapi efek tersebut sifatnya tidak langsung. Dalam kondisi depresi, orang yang sakit akan melalaikan kebersihan secara umum dan kesehatan makanan, ini akan berpengaruh buruk terhadap rambut sebagai bagian dari anggota tubuh yang hidup.

2. Pengaruh obat-obatan 

- Sebagian jenis hormon, obat-obatan, dan alat-alat kontrasepsi, terkadang bisa menyebabkan kerontokan rambut, juga vitamin bila dikonsumsi berlebihan bisa berdampak pada rontoknya rambut. Termasuk juga sebagian jenis obat-obatan peningkat cairan darah, obat-obatan untuk mengatasi pembekuan darah, penurun kolesterol, dan anti depresi.

3. Kehamilan 

- Sesuatu yang dapat diketahui dengan pasti, bahwa rambut berada di bawah pengaruh hormon-hormon tertentu. Ketika sedang hamil akan terjadi beberapa perubahan hormon, yang berbeda pada bulan-bulan pertama kehamilan dari bulan-bulan berikutnya. Oleh karena itu, pada bulan-bulan pertama kehamilan, tingkat kerontokan akan meningkat dan kelebatan rambut menjadi berkurang.

- Adapun pada bulan-bulan terakhir kehamilan, rambut akan menjadi lebih lebat dan lebih lembut, sementara pada saat yang bersamaan, pertumbuhan bulu badan akan berkurang. Ini kembali kepada peningkatan hormon estrogen pada bulan-bulan terakhir kehamilan. Hormon ini bekerja meningkatkan pertumbuhan rambut, dan pada saat yang sama bekerja mengurangi pertumbuhan bulu badan. Setelah melahirkan, hormon ini akan berkurang, yang menyebabkan terjadinya benturan pada akar rambut sehingga rambut akan rontok secara besar-besaran. Pengaruh ini akan terlihat jelas setelah tiga bulan pasca melahirkan.

Lalu Bagaimana Cara Merawat Rambut Wanita

Banyak wanita menyangka bahwa memijat, menyisir, lalu memakai minyak rambut dan lainnya, adalah satu-satunya cara yang cukup untuk memelihara dan merawat rambut. Ini merupakan pandangan yang salah, karena cara ini saja tidak cukup untuk merawat dan memeliharanya. Perlu diperhatikan di samping hal-hal di atas, pangkal dan akar rambut, dengan cara berikut:

1. Menjaga keseimbangan makanan yang mengandung vitamin A, kalsium, protein, dan zat besi, khususnya pada saat menyusui dan penyembuhan, serta menghindari bergadang dan beban berat.

2. Menjaga kondisi kesehatan dan kejiwaan. Karena rambut merupakan bagian dari anggota tubuh yang hidup; dia akan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan kejiwaan, sebagaimana telah kita kemukakan.

3. Harus diperhatikan dengan serius, agar mencuci rambut sekali atau dua kali dalam seminggu. Tidaklah benar bahwa mencuci rambut berimplikasi pada kerontokan. Sangat baik sekali pemijatan rambut -setelah mandi dan dikeringkan dengan menggunakan minyak zaitun secara merata pada

seluruh bagian kulit kepala. Memijat kulit kepala selama lima menit setiap hari dapat memperlancar aliran darah kulit kepala, tapi dengan syarat pijatan ini dilakukan dengan lembut. Karena bila pijatan dilakukan dengan kasar/ keras dapat menjadikan rambut putus. Dan perlu diperhatikan ketika merapikan rambut, hendaklah menggunakan sisir yang berujung bundar (tumpul) serta lembut. Dalam masalah ini, menggunakan sikat rambut lebih bagus daripada menggunakan sisir.

4. Apa yang kita sebutkan tadi, perlu kita terapkan pula ketika mengecat atau menyemir rambut, atau ketika menggunakan bahan kimia untuk meluruskan dan merapikan rambut.

5. Pada saat menggunakan jenis shampo yang berbeda-beda, jangan gunakan sembarang shampo. Tapi pilih jenis shampo yang sesuai dengan tipe rambut Anda. Secara umum, shampo yang bagus adalah yang tidak menjadikan rambut sangat kering setelah dicuci, sehingga akan membuat rambut rentan putus. Inilah yang menyebabkan alergi dan peradangan pada kulit yang dikenainya.

Apabila kepala Anda termasuk tipe kepala berminyak, disarankan agar menggunakan shampo yang mengandung belerang (sulfur). Sementara pemilik rambut kering, cocoknya menggunakan shampo yang mengandung lanolin. Secara umum, disarankan agar tidak menggunakan jenis shampo yang mengandung bahan kimia, kecuali ketika terjadi pev ngelupasan pada kulit kepala (ketombe), maka disarankan agar berkonsultasi kepada dokter untuk menentukan jenis shampo yang tepat.

6. Sebaiknya memilih sikat rambut yang lembut untuk merapikan rambut, dan apabila Anda menggunakan sisir dalam merapikan rambut, pastikan jari-jari sisir tidak tajam dan tidak sempit.

7. Jangan percaya pada berbagai iklan produsen-produsen kosmetik yang berlebih-lebihan dalam mengiklankan bahan penguat rambut dan semir, karena kebanyakan tidak memiliki khasiat. Apabila rambut Anda butuh dikuatkan, atau rontok dalam skala besar, baiknya berkonsultasi pada dokter.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.