Setelah Menikah, Apakah Cinta Akan Berkurang Atau Bertambah?

Setelah Menikah, Apakah Cinta Akan Berkurang Atau Bertambah?

Untuk menjawab pertanyaan ini kami katakan, cinta adalah sensasi atau rasa, dan rasa bisa bertambah dan juga bisa berkurang. Barangkali banyak orang akan tersentak sangat keheraan jika kita katakan, bahwa bertambahnya cinta merupakan perkara sangat mudah. Akan tetapi, baik suami maupun istri tidak mengetahuinya. Penyebab ketidaktahuan ini adalah, kurangnya pengetahuan dan arahan serta minimnya pembicaraan dan penulisan dalam perkara pernikahan dan aktivitas seksual.

Demi langgengnya cinta, harus ada hal-hal berikut:

1). Wawasan seksual 
Ya, inilah riilnya. Wawasan seksual dapat menjadikan cinta bersemi, mendorongnya maju, dan meminimalisir problem. Mari kita dengarkan perkataan para ahli psikologi, di mana mereka mengatakan, bahwa syahwat perempuan jika tidak mencapai puncaknya, dengan artian jika tidak terjadi orgasme bagi perempuan, di dalam tubuhnya akan terkonsentrasi ketegangan-ketegangan syaraf yang menjadikannya tersumbat, di mana ketegangan syaratnya akan semakin meningkat ketika muncul sekecil apa pun gerakan ataupun ucapan dari suami. Para pakar tersebut telah menetapkan, bahwa kebanyakan problem pasangan suami-istri adalah, problem-problem yang disebabkan oleh perkara sepele, dan jika didiskusikan tentu akan terbuka titik temu. Tetapi sebenarnya pasti akan terjadi perselisihan, yang demikian itu disebabkan oleh hasrat seksual yang terpendam dalam diri sang istri.

2). Melepaskan topeng malu berkaitan dengan aktivitas seksual 
Jika Rasul saw telah mengatakan, "Tidak ada malu dalam agama," maka bukan melampaui substansi dan pendidikan nabawi jika kita katakan, "Tidak ada malu dalam perkara halal."

3). Menghindarkan jarak 
Jika setelah berumah tangga, suami selalu bepergian dan melanglang buana jauh dari keluarga dan istri, secara otomatis hal itu akan menyebabkan rasa sakit yang mendalam pada sebagian perempuan, tapi sangat disayangkan laki-laki tidak mengetahuinya.

Sebab-sebab bintik dan Noda di wajah 
Bintik-bintik atau bercak-bercak yang muncul di wajah perempuan menjadikan mereka sering gelisah, dan berpengaruh terhadap kecantikannya serta bentuk wajah secara umum. Bintik-bintik ini paling sering muncul pada musim panas, di mana tingkat panas semakin menyengat dan waktu terbit matahari dan juga frekuensi tersengat sinar matahari semakin lebih bila dibandingkan pada musim dingin.

Warna bintik-bintik ini berbeda-beda mengikuti perbedaan warna kulit. Bagi yang berkulit putih, warna bintik-bintik ini akan tampak coklat pucat, sedangkan yang berkulit sawo matang, warnanya akan tampak coklat gelap kehitam-hitaman, dan bagi yang berkulit coklat seperti gandum, warnanya akan tampak coklat biasa.

Umumnya bintik-bintik ini akan muncul pada bagian atas kedua pipi, hidung, kening, dan kadang-kadang pada bibir atas dan pada kelopak mata, dan tidak disertai gejala apa pun seperti gatal, merah, atau lainnya.

Riset telah membuktikan bahwa faktor penyebab bintikbintik ini adalah, produksi lebih sebagian sel-sel kulit pemberi warna, yang memproduksi jumlah lebih besar dari zat melanin, yaitu zat yang memberikan warna gelap pada kulit dan rambut.

Ada beberapa faktor yang membantu produksi extra sel-sel kulit pemberi warna. Faktor-faktor ini sangat banyak, tetapi yang paling penting adalah:

1. Alat kosmetika; di mana mayoritas alat kosmetik mengandung bahan-bahan kimia yang mengakibatkan iritasi pada kulit ketika terjadi kontak langsung dengan sinar matahari. Iritasi ini disertai dengan gatal dan panas, kemudian gejalagejala tersebut akan hilang dan meninggalkan bercak-bercak berwarna coklat. Ini disebabkan oleh alergi terhadap kontak langsung dengan sinar matahari pada saat menggunakan bahan-bahan kimia ini.

2. Hamil; pada saat hamil, terutama lima bulan terakhir, pada sebagian wanita muncul bintik-bintik pada wajah. Dan terkadang bintik-bintik muncul pada wajah wanita akibat mengonsumsi pil kontrasepsi, dan terus berlangsung hingga beberapa saat setelah berhenti mengonsumsinya.

3. Obat-obatan; sebagian jenis obat-obatan mengakibatkan bertambahnya bintik-bintik pada tubuh, seperti obat malaria, sebagian jenis sulfur, dan sebagian obat pelancar buang air kecil.

4. Kondisi kesehatan dan kejiwaan; ketika menghadapi beban yang terus-menerus dan berat, kurang tidur, dan bergadang dalam jangka waktu yang panjang, maka akan muncul bercak-bercak pada kelopak mata. Ketika kekurangan vitamin B kompleks, muncul gejala-gejala penyakit pellagra disertai dengan iritasi pada kulit serta berubahnya warna pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari.

Antisipasi dan penyembuhan 

1). Wanita-wanita yang mengalami bintik-bintik pada wajah hendaknya mengurangi kontak langsung dengan sinar matahari dalam tempo waktu yang panjang.

2). Tidur dan istirahat yang cukup dan menghindari bergadang dalam tempo yang panjang.

3). Berhenti menggunakan alat-alat kosmetik yang memicu alergi bagi kulit ketika kontak langsung dengan sinar matahari.

4). Berhati-hati ketika menggunakan obat-obat pelancar buang air kecil dan sejenisnya yang memicu munculnya bintikbintik.

5). Bagi wanita yang tidak cocok dengan pil kontrasepsi, di mana bisa memicu munculnya bintik-bintik, hendaknya menggunakan cara lain selain pil.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.