Luar Biasa! Ternyata, Tempe Membuat Kita Awet Muda Loh

manfaat tempe, khasiat tempe, akibat makan tempe, Luar Biasa! Ternyata, Tempe Membuat Kita Awet Muda Loh

Tempe sudah dijadikan hidangan oleh maskapai penerbangan asing. Wabah diare di Jepang pun ditanggulangi dengan tempe. Sebagai bangsa penemu tempe, mengapa kita mulai menggantinya dengan makanan bangsa lain demi kesan modern?

Beruntunglah bangsa Indonesia yang menemukan dan memasukkan tempe ke dalam menu makanan harian. Sebab, tempe bukan saja terasa gurih, tapi juga memiliki khasiat bagi kesehatan manusia. Mulai dari mencegah penuaan, menurunkan kolesterol dalam darah, hingga meningkatkan kadar haemoglobin.

Kendati impor masakan modern semakin bermunculan dan telah mempengaruhi selera makan sebagian masyarakat, jangan pernah meremehkan tempe! Sebagai bagian dari keluarga Indonesia, hendaknya kita selalu menghadirkan olahan tempe setiap hari. Entah dalam rangka menjaga kesehatan, melaksanakan program diet, maupun karena menganut gaya hidup vegetarian.

Jika olahan tempe ditambah bahan pembantu dan bumbu-bumbu terpilih, semakin tinggi pula kadar gizinya. Sebagai contoh, masakan terik tempe merupakan hidangan yang cocok untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Contoh lain adalah pizza tempe, selain disajikan dalam bentuk modern, juga mengandung protein nabati yang tinggi.

Aneka olahan tempe dapat ditawarkan pada berbagai kesempatan. Mulai dari kegiatan lomba masak ibu-ibu RT, sampai dengan hidangan lezat yang disajikan di restoran hotel berbintang.

Gizi dan Manfaat Tempe

Pada prinsipnya pembuatan tempe melalui dua tahap, yakni: (a) tahap pemasakan dan (b) tahap fermentasi dengan menggunakan cendawan atau kapang Rhizoporus oligosporus.

Tempe termasuk makanan protein nabati karena kandungan proteinnya cukup tinggi, yaitu 18,3 gram/100 gram tempe. Selain itu tempe juga mengandung zat besi cukup tinggi. Setiap 100 gram tempe kering mengandung 10 miligram zat besi.

Tempe juga mengandung abu, kalsium, vitamin, dan beberapa asam amino yang dibutuhkan tubuh manusia.

Inilah Tempe Yang Banyak Khasiatnya

Dengan melihat proses pembuatan (fermentasi) dan kandungan gizi tersebut, tempe dapat dikatakan sebagai makanan yang memiliki banyak khasiat, seperti yang di bawah ini:

Tempe Menghambat proses penuaan
Penelitian mutakhir Dr. Mary Astuti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyatakan bahwa tempe mengandung superoksida desmutase (SOD). SOD dapat mengendalikan radikal bebas hidroksil dan sekaligus memicu tubuh untuk membentuk superoksida itu sendiri. Dengan mengonsumsi tempe, Anda dapat menghambat proses penuaan.

Mencegah penyakit kanker
Dalam proses metabolisme diketahui, sebanyak 17 persen dari oksigen diubah menjadi radikal bebas superokside. Padahal, radikal bebas ini sangat berbahaya jika ada faktor-faktor yang membuatnya menjadi radikal bebas hidroksil. Radikai bebas ini dapat memicu timbulnya kanker. Untungnya, di dalam tempe terdapat SOD, dan karena itu mampu mencegah timbulnya penyakit kanker.

Mencegah penyakit jantung koroner 
Ketersediaan zat besi sebanyak 10 miligram per100 gram tempe memiliki khasiat tersendiri. Zat besi itu mudah diserap tubuh dan mampu mengurangi kecenderungan sel darah merah untuk mudah pecah, sedangkan kemampuan hipokolesterimiknya dapat menurunkan kadar lemak. Dengan makan tempe berarti Anda dapat mencegah timbulnya penyakit jantung koroner akibat penyumbatan pembuluh darah.

Menurunkan kolesterol 
Kandungan serat dalam tempe merupakan komponen hidratarang yang sulit dicerna. Justru adanya serat yang sulit dicerna dan tidak mudah larut itu mampu mengikat kolesterol yang ada dalam asam empedu. Selanjutnya, ikatan kolesterol tersebut ke luar bersama tinja. Dengan demikian peran serat tidak larut dalam tempe adalah menurunkan kolesterol darah.

Mencegah penyakit anemia
Penyakit anemia merupakan penyakit kekurangan zat besi yang ditandai oleh rendahnya kadar haemoglobin darah. Padahal, haemoglobin merupakan senyawa komplek protein yang mengandung zat besi. Mengonsumsi tempe dapat meningkatkan kadar haemoglobin. Itu berarti mampu mencegah penyakit anemia.

Mencegah diare pada anak 
Berdasarkan penelitian Prof. DR. Dr. l Sudigbia dari Universitas Diponegoro Semarang, tempe mempunyai potensi menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan demikian, tempe dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran cerna, seperti diare pada anak.

Caranya, tempe dihaluskan dan dikukus, lantas dicampur tajin (air rebusan beras) dan elektrolit yang direkomendasikan WHO, ternyata cepat mengatasi diare akut. Pada tahun 1996, anak-anak Jepang yang terserang diare akibat wabah E.coli o-175 bisa ditanggulangi dengan mengonsumsi tempe.

Melancarkan program diet 
Keberhasilan program diet antara lain ditentukan oleh jumlah kalori dan karbohidrat yang dimakan. Diketahui bahwa kandungan kalori dan karbohidrat dalam tempe termasuk rendah, yakni masing-masing 149 kalori/100 gram dan 12,7 gram/100 gram tempe. Tempe merupakan hidangan ideal untuk memperlancar program diet.

Dipatenkan Bangsa Lain 
Sejarah kehadiran tempe dapat ditelusuri sebagai berikut. Pada tahun 1814, jumlah penduduk Jawa baru mencapai sekitar 4,5 juta jiwa. Jumlah penduduk terus bertambah. Bahkan pada abad ke-19, Pulau Jawa menjadi wilayah pertama terpadat di Asia Tenggara. Pada sisi lain, ekstensifikasi perkebunan-perkebunan kolonial (tebu, karet, teh, kopi, tembakau, dan sebagainya) terus bertambah.

Dampak ekstensifikasi perkebunan kolonial ini antara lain menciutkan luas hutan yang ada, sehingga kesempatan berburu ternak dan memancing berkurang. Seirama dengan ekstensifikasi itu, semakin tersedotlah tenaga kerja untuk melaksanakan sistem tanam paksa. Selanjutnya, gerakan tanam paksa tentu tak terpisahkan dengan kebutuhan menu makanan.

Dengan latar belakang tersebut di atas, diduga tanpa sengaja mampu melahirkan produk olahan kedelai yang dikenal dengan nama tempe. Siapa penemunya, jelas anonim.

Diperkirakan tempe lahir pada abad ke-19. Sebagaimana tertulis dalam Serat Centini yang terbit pada tahun 1815 di Keraton Solo, orang Jawa telah memiliki budaya makan tempe. Dalam Encyclopedia van Nederlandsch Indie,(1922), tempe dilukiskan sebagai kue dan merupakan makanan bersifat kerakyatan :( volk's voedsel).

Setapak demi setapak, popularitas tempe berkembang cukup pesat sampai ke luar negeri. Kawula muda dan masyarakat kampus universitas di Amerika Serikat dan Eropa mulai menikmati tempe. Jangan kaget kalau Anda menemukan tempe di supermarket di Paris. Mereka memanfaatkan tempe baik sebagai makanan vegetai rian maupun makanan alternatif bagi yang alergi protein hewani.

Sementara itu, masyarakat Jepang, Malaysia, dan Singapura mengonsumi si tempe sebagai makanan diet. Pihak maskapai penerbangan Singapore Airlines dan KLM telah memposisikan tempe sebagai menu penerbangan. Jadi nyatalah bahwa penemuan tempe merupakan sumbangan Indonesia pada seni masak dunia.

Pengembangan Pengembangan tempe dapat dipilahkan menjadi tiga generasi, yakni: (a)
Generasi satu, bentuk dan rasa tempe masih tetap dan segar; (b) Generasi dua, tempe sudah diolah sehingga bentuknya berubah namun rasanya tetap. dan (c) Generasi tiga, tempe diproses lebih canggih dalam sebuah industri farmasi dengan mengisolasi senyawa-senyawa bioaktif yang ada, seperti isoflavonoid, superoksida desmutase, dan asam amino. Saat ini pengembangan tempe di Jepang dan Jerman sudah masuk generasi dua dan tiga. Jika tidak berbuat lebih serius, ada kemungkinan kita sekadar menjadi penonton. Mereka yang di luar sanalah yang akan meraih keuntungan, mulai dari margin keuntungan industri sampai royalti paten. Padahal, tempe adalah makanan asli Indonesia. Lantas, selalu begitukah nasib kita?

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.