5 Penyakit Bahaya yang Pasti Terjadi Pada Perokok

5 Penyakit Bahaya yang Pasti Terjadi Pada Perokok

Lebih dari sepuluh penyakit yang bisa membuat perokok jatuh KO. Lima di antaranya bikin pendek umur atau mati prematur. Namun, ternyata semua itu tidak membuat jera para perokok.

Pak Gen, 65, sudah merokok lebih 40 tahun. ia mengaku tidak punya penyakit. Melihat itu orang lantas salah meneladani. Mereka pikir, banyak juga dokter yang merokok dan tidak semua perokok mati muda. lni menambah keniscayaan perokok tidak sudi menyetop rokok. Namun, fakta medis mencatat lain. Rokok lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. " Pikiran saya jadi butek kalau nggak merokok, Dokl" kata seorang pasien yang perlu dua bungkus rokok sehari supaya tetap merasa bugar. Pengakuan semacam begini ikut menyesatkan, seolah rokok meningkatkan kekuatan berpikir.

Salahnya, pernyataan seperti itu diucapkan oleh orang yang sudah kecanduan rokok. Mereka yang menyandu rokok hanya bisa tampil bugar sehabis mengisap asap rokok. Tanpa rokok semua jadi lesu, kusam, dan buntu.

Di hadapan perokok, rokok dirasakan pemicu kehidupan. Padahal, kesan begitu tak muncul dari orang-orang yang bukan perokok. Bagi yang bukan perokok, pikiran mereka tetap jernih dan terang benderang tanpa perlu didahului dengan merokok.

Mereka juga tidak merasa loyo walau tidak merokok. Jadi hanya lantaran kecanduan saja maka orang yang sudah terbiasa merokok harus menagih rokok untuk bisa merasa bugar. Tepatnya, rasa bugar rokok yang membawa petaka.

Sebagai contoh, harapan hidup kelompok usia 30 tahun yang merokok 15 batang sehari. Umur mereka rata-rata susut lima tahun, akibat gas dan tar serta kandungan ribuan komponen dalam asap rokok. Lebih dari sepuluh penyakit bisa timbul akibat rokok. Dan tidak adilnya, perokok sejati maupun perokok pasif sama-sama memikul jahatnya asap rokok.

Asap Rokok Bersifat Racun
Dari ribuan komponen dalam asap rokok, sebagian bersifat pemicu kanker (carcinogenic), selain juga bisa membantu mempercepat tumbuhnya kanker (co-carcinogenic). Paling kurang, asap rokok menimbulkan rangsangan saluran napas.

Orang terbatuk, produksi dahak dan lendir bertambah. Lebih dari itu, nikotin merangsang saraf. Tergantung dosisnya, nikotin bersifat menidurkan atau justru menggiatkan saraf dan otak.

Asap rokok juga menyebabkan debar jantung bertambah, darah lebih deras mengalir, pembuluh nadi menguncup, dan tensi meninggi. Sifat buruk nikotin lainnya menaikkan lemak darah, selain sel darah saling melengket dan menggumpal, yang menjadi awal proses penyakit jantung koroner dan stroke.

Asap rokok juga bersifat racun. Kadar gas karbonmonoksida (CO) yang dihasilkan satu pak rokok mengikat lebih dari lima persen Hb. Pada kelompok bukan perokok kurang dari satu persen. Apa artinya?

Artinya kemampuan Hb mengangkut zat asam menjadi berkurang, sehingga kebutuhan zat asam tubuh tak tercukupi. Gas CO juga merangsang pembentukan karat lemak pada dinding pembuluh nadi, sehingga mempercepat terjadinya serangan jantung koroner dan stroke.

Lima Penyakit Akibat Rokok
Di bawah ini kita bicarakan lima penyakit yang paling akrab dengan perokok. Kelima-Iimanya berpotensi merenggut nyawa, sekurang-kurangnya menimbulkan kerepotan medis.

1. Kanker Paru-paru
Merokok lebih satu pak sehari berisiko kena kanker paru-paru 20 kali lebih besar, dibanding bukan perokok. Ada empat jenis kanker paru-paru, rata-rata ganas dan berakhir fatal, dan sering menimpa kelompok usia 40-70 tahun.

Oleh karena keluhannya tidak selalu nyata, kanker paru-paru sering luput dari diagnosis. Tahu-tahu sudah stadium lanjut, sel kanker telah telanjur menyebar ke otak, tulang, atau hati.

Kanker paru tak jarang ditemukan secara kebetulan waktu check up. Pada foto paru-paru tampak ada gambaran seperti uang logam. Setiap ada gambaran begini perlu ditindaklanjuti dengan peneropongan pembuluh paru untuk memastikan apa benar ada kanker.

Awalnya mungkin cuma batuk tak sembuh-sembuh atau batuk berdahak encer. Kadang-kadang dahak bercampur darah, mungkin sesak napas. Napas berbunyi dan nyeri dada. Jika berlanjut, badan tambah kurus, lesu, lemah, dan paru-paru terendam cairan.

Pada kanker paru, hanya seperempat kasus yang masih bisa dikerat, itu pun rata-rata hanya 10 persen yang memiliki harapan bertahan hidup sampai lima tahun. Adapun jenis kanker yang lamban, bisa sampai 40 persen yang memiliki harapan hidup sampai lima tahun, setelah menjalani pengobatan.

2. Bronkitis Menahun 
Kematian akibat infeksi pembuluh paru-paru mencapai 20 kali lipat pada perokok dibanding bukan perokok. Jika infeksi sudah berat, fungsi paru-paru menurun. Selain itu, mekanisme bulu-bulu getar pembuluh paru-paru menurun, sehingga gampang terserang infeksi ulang.

Selain batuk-batuk lama, batuk bisa bercampur serat darah. Timbul sesak napas, nyeri dada, dan dokter mendengar bunyi abnormal di paru-paru. Foto rontgen paru-paru memastikan adanya bronkitis.

Namun, oleh karena sering diabaikan, infeksi menahun ini telanjur merusak bangunan paru-paru sehingga fungsinya banyak menurun. Pada kondisi begini komplikasi mengganggu fungsi jantung juga. Pengobatan semasih awal-awal penyakit memungkinkan kesema buhan.

3. Jantung Koroner dan Stroke
Kematian mendadak akibat jantung koroner pada perokok 10 kali lebih banyak dibandingkan bukan perokok. Angka kejadian jantung koroner pada perokok tiga kali lebih sering dibanding bukan perokok. ironisnya, bukan perokok atau perokok pasif sama memikul risiko kena koroner seperti perokok sejati juga.

Rokok mempercepat terbentuknya karat lemak pada dinding pembuluh nadi koroner. Selain itu, sel darah lebih gampang saling melengket. Pembuluh nadi yang sudah menyempit bertambah sempit lagi oleh terbentuknya gumpalan sel darah yang melengket. ini yang kemudian berpotensi menyumbat pembuluh nadi secara perlahan-lahan. Jika serangan terjadi pada pembuluh koroner menimbulkan serangan jantung koroner dan terjadi stroke jika di pembuluh otak.

Proses serangan koroner dan stroke dipercepat oleh sifat rokok yang menaikkan tensi darah, memperburuk kencing manis, dan meningkatkan lemak darah. Debar jantung meningkat 25/menit, tensi darah meninggi 10 mmHg, kadar kolesterol HDL menurun dan LDL meningkat, sedangkan lipid darah meninggi. Kesemuanya menambah risiko kena koroner dan stroke.

Jika kondisi di atas dipadu dengan hadirnya faktor stres, sedangkan sifat asap rokok sendiri merusak lapisan dalam pembuluh nadi, proses pengkaratan lemak lebih cepat terbentuk. ini berarti serangan koroner atau stroke muncul lebih dini.

Rokok juga menguncupkan pembuluh nadi dan mengganggu aliran darah tungkai, sehingga otot-otot tungkai terganggu. Lekas letih sehabis berjalan sering muncul pada perokok, akibat nikotin membikin kuncup pembuluh tungkai.

4. TBC Paru-paru
Tuberkulosis paru-paru lebih sering terjadi pada perokok dibanding bukan perokok. Penyakit TBC termasuk infeksi paru-paru yang sering terabaikan. Selain karena gejalanya samar-samar, pengobatannya pun sering tidak tuntas. Ini yang membawa pasien TBC telanjur komplikasi, dan pengobatan umumnya terlambat menambal paru-paru yang sudah bolong-bolong.

Sama halnya dengan bronkitis, fungsi paru-paru pasien TBC pun menurun. Selain paru-paru lama-lama terendam cairan, menurunnya fungsi paru-paru bisa mengganggu fungsi jantung juga.

5. Maag 
Penyakit maag bisa juga muncul akibat rokok, dan biasanya menyerang lambung. Oleh karena biasanya juga diabaikan, penyakit maag cenderung menahun. Jika rokok tidak dihentikan berarti penyakit maag yang tak diobati semakin lama semakin memburuk. Komplikasi maag membikin lambung jebol. Muntah darah dan serangan perut gawat, pertanda sudah bolongnya dinding lambung. Ini kasus gawat darurat.

Di luar paru-paru, pada perokok, kanker bisa tumbuh juga di kulit, mulut, kerongkongan, tenggorokan dan kelenjar pankreas, selain di kandung kemih. Wanita hamil yang perokok, bayinya lahir dengan berat rendah, jika tidak terjadi keguguran atau anak mati dalam kandungan.

Rokok juga merusak saraf mata. Racun sianida dalam asap rokok melumpuhkan saraf mata, sehingga muncul gejala penglihatan kabur (tobacco amblyopia). Gusi perokok berat pun gampang meradang, sehingga gigi cepat rusak juga.

Selain itu perokok umumnya tidak bugar. Fungsi paru-paru menurun, sehingga kemampuan memasok zat asam ke jaringan-jaringan tubuh sudah berkurang. Sel tubuh kekurangan asupan zat asam, membuat tubuh kurang bugar.

Tak ada resep buat antirokok. Yang lebih manjur ialah motivasi diri sendiri untuk menyetop rokok. Untuk itu perlu tekad dan niat. Hipnosis, terapi aversi, terapi kelompok, masuk klinik menarik diri dari rokok, tidak lebih kuat daripada niat menyetop rokok. Bukan besok atau kapan-kapan, melainkan detik ini juga.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.