Cara Agar Kulit Tetap Bugar Dengan Pribadi Matang

Cara Agar Kulit Tetap Bugar

Jangan biarkan kulit Anda jadi korban kemajuan zaman. Kehidupan masa kini ternyata memang meningkatkan risiko penuaan dini. Bukankah kulit juga perlu tampak bugar? Kalau bisa, tak perlu menarik kulit wajah atau operasr, seperti dilakukan sebagian pria sekarang.

Semua proses kehidupan, baik yang terjadi di dalam diri maupun yang ada di sekitar kita, menghasilkan sisa-sisa pembakaran. Misalnya pada proses metabolisme yang menghasilkan oksigen atau nutrisi.

Belakangan ini Anda mungkin sering mendengar yang disebut radikal bebas. Yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah elektron sisa pembakaran yang tidak berpasangan. "Karena tidak punya pasangan, dia jadi reaktif dan berusaha menarik," ungkap Dr. Risa Anwar, scientific manager perusahaan farmasi, PT Merck Indonesia Tbk, Jakarta.

Tubuh kita sendiri sebenarnya menghasilkan zat yang berfungsi menangkap radikal bebas tersebut dan dinamakan antioksidan. Namun, rupanya efek samping kemajuan zaman mengganggu keseimbangan alami.

Polusi, udara kotor, bahkan lubang ozon akibat perkembangan teknologi yang tak terkendali dan diselaraskan dengan kelangsungan hidup jangka panjang, akan meningkatkan produksi radikal bebas di lingkungan kita.

Sementara itu, di dalam tubuh kita sendiri, pola makan yang bergeser saat ini ikut memperuncing masalah. "Kalau dulu itu, masalah yang berhubungan dengan makanan selalu kurang gizi. Sekarang mulai berubah. Masalahnya adalah orang makan makanan tidak tepat jenis dan komposisinya, " ujar Dr. Risa.

Lahan yang semakin sempit dan keterbatasan mendapatkan makanan alamiah, ditambah dengan kesibukan beraktivitas, membuat orang memilih makanan yang diawetkan. Makan bagi mereka hanya untuk sekadar mencukupi kebutuhan si perut lapar, tapi lupa akan fungsi yang sebenarnya.

Keadaan seperti inilah yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan produksi radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh, sehingga terjadilah apa yang disebut stres oksidasi. Akibatnya timbul gangguan, tergantung dia mengganggunya di mana. Pada umumnya kalau dia mengganggu lapisan kulit, penuaan dinilah yang terjadi," kata Dr. Risa.

Kulit dan Penampilan
Tampil prima sudah menjadi kebutuhan setiap orang dalam kehidupan sosial. Penilaian terhadap penampilan dan citra seseorang pertama kali biasanya tertuju pada kulit. Kebugaran pada organ yang merupakan lapisan sekaligus organ terluar tubuh ini sekarang mulai menjadi bagian ekspresi diri para pria, selain tentunya kematangan pribadi. Karena itu, penundaan proses penuaan kulit mulai banyak jadi perhatian.

Collagen (kolagen) adalah salah satu bagian dari struktur kulit dan terbagi menjadi enam jenis. “Kolagen III ditemukan oleh para ahli sebagai unsur yang berperan menjaga elastisitas, kelembaban, dan kehalusan kulit. Nah, sejak pubertas kolagen III ini menurun satu persen tiap tahunnya. Jadi kalau puber ketika umur 13 tahun dan sekarang berumur 35 tahun, berarti kolagen III sudah berkurang 22 persen," ujar Dr. Risa.

Beberapa cara ditawarkan untuk mengembalikan kadar kolagen. Bisa dengan menyuntikkan kolagen, bisa juga dengan mengonsumsi nutrisi pembentuk kolagen. "Nutrisi yang terbaik dalam hal ini ya vitamin antioksidan, yaitu vitamin C, E, karotenoid, dan betakaroten," ucap Dr. Risa.

Kembali ke pola hidup sehat, itulah saran yang dipesankan oleh Dr. Risa. Ia pun menuturkan, "Makanan alami empat sehat lima sempurna itu sudah baik sekali. Sebenarnya kalau mau konsekuen, kesehatan itu sederhana. Pola makan yang baik, istirahat cukup, jauhi stres, lakukan olahraga, kita semua sambil tutup mata juga sudah tahu. Hanya saja, pelaksanaannya memang tidak semudah menghafalkannya.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.