Cukupi Vitamin B Agar Tidak Cepat Tua

Cukupi Vitamin B Agar Tidak Cepat Tua
copyright www.skinstore.com

Kegunaan Vitamin B selalu menarik para ahli untuk terus meneliti. Benih kanker pada perokok saja bisa hilang dalam tempo empat bulan. Selain pada buah dan sayuran, vitamin itu juga bisa diperoleh dari suplemen.

Keprihatinan besar ketika kita jadi tua (manula) adalah munculnya ancaman penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, dan sebagainya. Sebagian dari kaum manula tersebut akhirnya mengalami kepikunan.

Vitamin Bl 2 berperan penting dalam fungsi otak serta sistem saraf secara keseluruhan. Sayangnya, banyak manula yang mengalami kekurangan vitamin B12, sehingga kemampuan otak semakin menurun.

Ketika seseorang menginjak usia senja, makin sedikit produksi asam lambung, pepsin, dan faktor instrinsik. Akibatnya penyerapan vitamin B12 yang berasal dari makanan semakin berkurang. Kondisi ini disebut gastritis atrofik.

Menurut Robert Russel, seorang pakar proses penuaan dari Tufts University, penyakit gastritis atrofik menimpa 24 persen penduduk AS berusia 60-69, 30 persen berumur 70-79, dan 40 persen di atas 80 tahun.

Sumber Vitamin B12
Makanan yang kaya akan vitamin B12 adalah yang bersumber pada pangan hewani, seperti daging, ikan, ayam, dan produk olahan susu. Karena itu, para penganut vegetarian murni sebenarnya berisiko tinggi untuk mengalami kekurangan vitamin Bl 2.

Vegetarian murni berpantang terhadap segala jenis pangan hewani karena hanya mengandalkan asupan gizi yang berasal dari pangan nabati. Bagi kaum vegetarian yang masih membolehkan makan telur (cvc-vegetarian) atau minum susu (lado-vegetarian), mereka masih bisa mendapatkan vitamin B12 secara memadai.

Berbagai suplemen yang mengandung vitamin B12 mungkin dibutuhkan oleh kaum manula karena mereka tidak bisa mendapatkannya secara cukup dari makanan. Nafsu makan manula umumnya sudah mulai merosot karena semakin berkurangnya indra pengecap di lidah. Hal ini membuat aktivitas makan tidak lagi menggairahkan bagi kaum tua. Akibatnya, asupan gizi semakin berkurang.

Dukungan suplemen akan membantu manula mengatasi risiko kurang gizi. Suplemen vitamin Bl2 termasuk aman meski dikonsumsi dalam dosis tinggi. Dosis tunggal 100.000 mikrogram atau dosis tunggal 1.000 mikrogram setiap hari selama lima tahun diketahui tidak menimbulkan keracunan, tapi mengakibatkan sejumlah reaksi alergi kulit.

Gangguan Emosi
Asam folat adalah jenis vitamin B lainnya yang banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau. Asam folat bermanfaat untuk memperbaiki suasana hati. Mempertahankan kemampuan mental ketika kita menjadi tua adalah penting. Fungsi ini dapat dilakukan dengan baik oleh asam folat. Manula dengan kadar asam folat rendah cenderung mengalami simtom-simtom psikiatri, hilang ingatan, dan depresi.

Defisiensi asam folat yang menimpa orang muda ternyata juga berdampak buruk bagi kesehatan. Penelitian di University of Giessen (Jerman) menunjukkan bahwa pria muda yang mengalami kekurangan asam folat menunjukkan gejala-gejala emosi kurang mantap, konsentrasi buruk, dan kurang keyakinan diri.

Salah satu fungsi asam folat adalah menguraikan homosistein (racun saraf). Homosistein ini menyebabkan sel-sel otak merusakkan dirinya sendiri. Jadi jelas di sini bahwa asam folat mempunyai peran penting yang berkaitan dengan fungsi saraf di dalam tubuh kita.

Penting bagi Perokok
Vitamin BG menarik perhatian para peneliti di Tufts University karena punya banyak manfaat. Mereka yang kekurangan vitamin BB akan lebih rawan terhadap tanda-tanda klasik menua.

Tanda-tanda tersebut adalah merosotnya sistem kekebalan tubuh, keadaan mental yang menurun, berbagai penyakit infeksi, gangguan jantung, serta kanker. Produlsi sel-sel T akan menurun bila tubuh kita kekurangan vitamin B6. Padahal, sel-sel itu merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh kita. Diperkirakan sepertiga manula mempunyai kadar vitamin B6 di dalam tubuhnya dalam batas marginal.

Peran vitamin BG untuk mencegah kanker telah dibuktikan dalam penelitian di University of Alabama. Penelitian ini menggunakan sampel perokok, yang menghabiskan 20-30 batang sehari. Para perokok ini cenderung mempunyai sel-sel prakanker di dalam lendirnya. Suatu saat sel ini dapat menjelma menjadi kanker paru yang ganas.

Para perokok dalam penelitian ini diberi suplemen vitamin B6 dengan dosis amat tinggi dan vitamin B12. Dalam waktu empat bulan, sel-sel prakanker tersebut ternyata hilang begitu saja.

Jangan Ragu Mengonsumsi Suplemen
Diyakini bahwa kekurangan vitamin B6 dan B12 pada tingkat lokal, yakni di jaringan paru, mendorong terbentuknya sel-sel prakanker. Dan ketika sel paru dibanjiri oleh dosis tinggi vitamin BG dan B12, selsel prakanker tersebut menjadi normal kembali.

Kaum manula sebenarnya termasuk salah satu golongan rawan gizi. Namun, dengan menyadari fungsi vitamin B seperti diuraikan di atas, kaum manula bisa lebih berjaga diri agar keadaan kesehatannya dapat dipertahankan secara baik. Dalam hal ini, peran gizi penting untuk memulihkan pikiran yang semakin tidak runtut, sering lupa, dan ancaman berbagai penyakit degeneratif.

Asupan gizi dari makanan yang disertai suplemen bukanlah hal yang tabu bagi kaum manula. Memang sumber gizi terbaik adalah yang berasal dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Dengan keseimbangan menu sebenarnya kita dapat memperoleh gizi dari makanan secara optimal. Namun, saat nafsu makan buruk atau baru sembuh dari sakit, kehadiran suplemen mungkin memang diperlukan.

Dalam beberapa hal, suplemen memang menguntungkan, misalnya kita bisa mendapatkan vitamin tertentu dalam dosis tinggi yang tidak mungkin diperoleh dan makanan. Namun, sisi negatifnya juga ada, yaitu suplemen hanya memberikan suplai zat gizi tertentu dan tidak cukup . beraneka ragam sebagaimana dari buah dan sayuran. Di dalam buah dan sayuran terkandung zat gizi dan nongizi yang lebih lengkap seperti vitamin, mineral, serat, karbohohidrat, lemak, dan sebagainya. ini tidak akan diperoleh ketika kita menelan sebutir suplemen. Sisi lain suplemen yang perlu diperhatikan adalah harganya yang relatif mahal.

Proses menua adalah hal alamiah yang akan dialami oleh setiap orang karena itu kita tidak dapat mencegahnya. Yang penting untuk dipertahankan adalah menjadi tua namun tidak sakit-sakitan dan tetap bisa produktif menghasilkan sesuatu yang berguna.

Hal yang perlu kita cegah adalah jangan sampai mengalami proses penuaan dini. Penuaan dini terjadi karena pola hidup yang tidak teratur, stres, dan lingkungan yang terpolusi, serta konsumsi makanan yang buruk. Hal ini akan memicu munculnya radikal bebas yang akan menyerang sel-sel tubuh, sehingga penampilan kita tampak lebih tua daripada usra yang sebenarnya.

Pemeliharaan kondisi kesehatan perlu dilakukan sejak muda dengan asupan gizi yang baik dan menghindari datangnya penyakit. Dan ketika usia senja datang merayap, kondisi fisik kita akan mampu bertahan. Kalau toh kondisi tubuh mengalami kemerosotan, yang terjadi adalah  penurunan fungsi yang Wajar sebagaimana layaknya terjadi pada  yang telah uzur.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.