Manfaat Puasa Sangat Baik Untuk Kesehatan

Manfaat Puasa Sangat Baik Untuk Kesehatan

Puasa penting bukan cuma untuk memenuhi kewajiban agama saja, namun juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Selain menurunkan gula darah, mencegah stroke, puasa juga terbukti dapat memperpanjang umur.

Lakukanlah puasa, niscaya kamu akan merasakan manfaat kesehatannya. " Hadis Nabi Muhammad SAW.

Hasil penelitian mutakhir semakin membuktikan bahwa puasa merupakan salah satu unsur gaya hidup sehat. Bila dikaji lebih jauh tentang maknanya, tak pelak lagi puasa merupakan salah satu kebutuhan dasar hidup manusia. Jadi, bila orang tidak pernah berpuasa, JELAS dia akan rugi.

Puasa secara harafiah bermakna pantang atau membatasi terhadap sesuatu. Dalam agama Islam puasa merupakan salah satu rukun Islam yang bermakna pantang makan, minum, dan senggama, dengan niat untuk ibadah kepada allah, sejak imsak dini hari hingga tiba waktu magrib.

Islam sangat melarang umatnya melakukan puasa terus-menerus tanpa sahur dan buka, selama beberapa hari karena hal itu akan merusak kesehatan tubuh. Islam juga mengharamkan segala tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan.

Suatu gaya hidup dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria dapat memperpanjang umur dalam keadaan sehat, memelihara daya tahan tubuh tetap prima, menambah kebugaran, menunda dan menghambat munculnya berbagai penyakit degeneratif, serta meringankan berbagai penyakit terkait gizi. Kajian manfaat puasa terhadap status gizi dan kesehatan umumnya didasarkan pada hasil penelitian menggunakan hewan percobaan, dengan pengertian bahwa hasil penelitian tersebut dapat diterapkan pada manusia.

Turun 20-30 %
Pada hari-hari biasa kita makan biasanya tiga kali sehari. Tetapi, pada saat menjalankan ibadah puasa kita hanya makan dua kali sehari semalam. Begitu pula jumlah camilan yang kita makan waktu puasa, lebih sedikit dari hari-hari biasa.

Pada saat puasa biasanya terjadi pengurangan masukan energi 20-30 % atau konsumsi energi pada saat puasa sekitar 70-80 % dari biasa. Ciri-ciri bahwa masukan energi lebih rendah dari biasa adalah pada akhir bulan puasa berat badan kita menjadi lebih rendah.

Pengurangan energi sebanyak 30-50 persen atau konsumsi energi 50-80 persen dari normal pada hewan percobaan, ternyata dapat memperpanjang umur 33-60 % dari usia normal pada tikus. Tentu dengan catatan, asupan zat gizi dan energi tetap seimbang.

Hasil penelitian tentang perkembangan tumor dan rentang usia pada tikus percobaan menunjukkan bahwa konsumsi energi sekitar 80 % dari normal atau setara puasa dapat menurunkan kemungkinan tumor serta tercapainya umur yang lebih panjang.

Puasa Dapat Meningkatkan Daya Tahan
Puasa ternyata juga meningkatkan daya tahan tubuh. Mekanismenya antara Iain, bahwa pengurangan konsumsi kalori akan berdampak pada menurunnya laju metabolisme energi. Hal itu dapat dirasakan ketika orang yang berpuasa suhu tubuhnya turun. Dan ini menunjukkan terjadi pengurangan konsumsi oksigen.

Manfaat puasa yang lainnya bagi kesehatan tubuh adalah bahwa puasa akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Dilaporkan, sekitar tiga% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan hal itu akan menambah tumpukan oksigen racun seperti anion superoksida (.02-) dan hidrogen peroksida (H202) yang secara alamiah terjadi.

Kelebihan radikal bebas oksigen tersebut akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding-dinding sel. Dilaporkan bahwa lebih dari 50 macam penyakit degeneratif dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas. Jadi, berpuasa yakin akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Puasa Dapat Mengurangi Risiko Stroke
Puasa juga mengurangi risiko terkena penyakit diabetes Tipe ll, penyakit jantung dan stroke. Mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut. Pengamatan pada monyet percobaan, puasa (pengurangan konsumsi kalori makanan sekitar 30 % dari normalnya) secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula dalam darah. Hormon insulin antara lain berfungsi mengatur kadar gula dalam darah tetap normal.

Hal itu ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena sensitivitas insulin dalam menormalkan gula darah jadi meningkat. Selain itu, suhu tubuh juga menurun. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah munculnya penyakit diabetes Tipe II, yaitu penyakit diabetes yang disebabkan hormon insulin yang tidak sensitif lagi mengontrol gula darah.

Puasa ternyata juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Dilaporkan, puasa dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (sehat) 25 titik dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (yang jahat).

Dilaporkan pula bahwa puasa bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat normal. Jadi kalau Anda berpuasa dengan cara yang benar, berarti mengurangi risiko terkena penyakit jantung atau terserang stroke.

Puasa yang Baik Secara lahir
Yang dimaksud puasa baik adalah jika memenuhi kaidah agama dan kesehatan. Hal itu antara lain tampak dalam perilaku makan dan minum pada saat buka dan sahur.

Pada saat sahur misalnya, tidak mengonsumsi makanan dan minuman berlebihan dengan alasan menabung. Tindakan itu justru akan memperburuk kondisi tubuh pada waktu siang hari. Karena itu, makan dan minumlah secara wajar.

Makanan yang tinggi protein seperti susu, telur, ikan, daging, ayam, dan tahu tempe, atau yang tinggi serat seperti sayur cepat olah dan buah-buahan utuh, sangat baik sebagai penyedia energi jangka panjang. Misalnya sepiring nasi tim isi ayam dan jamur atau gado-gado dan telur rebus dan jus buah segar atau segelas susu, sudah memadai sebagai hidangan sahur.

Pada saat sahur kesiangan atau bangun menjelang waktu imsak dan tidak sempat menyiapkan makanan, seporsi nasi+telur ceplok atau dadar+tahu/tempe+pisang atau mentimun atau tomat+air minum secukupnya, sudah cukup bergizi dan praktis. Jangan lupa menyediakan buah yang bisa langsung dimakan seperti pisang, pepaya, jeruk, atau apel yang sangat bermanfaat pada saat Anda buru-buru sahur menjelang imsak.

Pada saat buka puasa Anda sebaiknya tidak makan dan minum terlampau banyak sebagai tindakan makan “balas dendam". Buka puasa dengan langsung makan-makanan berat justru akan memberatkan kerja lambung yang sudah dibiarkan istirahat sekitar 12 jam.

Saat berbuka puasa, ambil makanan ringan seperti kurma atau koktil buah atau jus buah. Setelah itu kerjakan ibadah salat magrib. Lalu, asuplah makanan buka seperti makan malam biasa. Atau Anda dianjurkan untuk menundanya setelah selesai salat tarawih.

Aturlah agar air yang diminum tetap sekitar 6-8 gelas seperti hari biasa. Caranya, pada saat buka sekitar dua gelas, setelah tarawih hingga menjelang tidur seki tar 3-4 gelas, dan saat bangun tidur untuk sahur satu gelas, segelas lagi saat sahur..

Minum air tidak selalu berarti air putih semata. Minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.

Memang akan terjadi stres fisik pada minggu-minggu pertama puasa seperti rasa lelah, pusing, dll. Terimalah itu dan bekerjalah secara wajar sesuai kemampuan pada saat puasa . karena tubuh akan melakukan penyesuaian atau adaptasi.

Aturlah kegiatan dan pekerjaan sesuai kemampuan saat berpuasa. Jangan memaksakan diri, tapi jangan pula puasa dijadikan alasan untuk malas bekerja. Bagi yang menderita sakit dan puasa akan memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh, konsultasilah dengan dokter apakah Anda boleh berpuasa atau tidak. Sebab, agama (islam) memberikan keringanan kepada mereka untuk tidak berpuasa dengan melakukan fidyah atau amalan lainnya pada saat bulan Ramadan.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.