Manfaat Tertawa Untuk Kesehatan

Manfaat Tertawa Untuk Kesehatan

Hidup belum total sehat tanpa tertawa. Tertawa itu kimiawi dan berkhasiat bagi tubuh maupun jiwa. Rajin tertawa bisa menyelamatkan dunia. Orang Iebih gemuk dengan tertawa. Tertawa itu vitamin yang bikin orang panjang umur.

Konon Jerman kalah perang sebab kaisarnya, Wilhelm Hohensolern, tidak mau tertawa. Ia memilih tampak angker di depan publik, walau sebetulnya bisa terbahak-bahak di kamar mandinya. Para diktator umumnya tidak mau, sedang kaum demokrat kebanyakan gemar tertawa.

Mantan presiden AS, Franklin D. Roosevelt, selalu tertawa di depan publik. Tertawa dianggap bermanfaat bagi dirinya maupun rakyatnya, yang bahagia melihat presidennya rajin tertawa.

Untuk bisa gampang tertawa perlu punya rasa humor yang tinggi. Rasa humor bukan semata kelucuan, tapi juga kemampuan menertawakan ketelanjangan diri sendiri. Sadar akan kelemahan, kekurangan, dan keterbatasan diri sebagai manusia.

Humor merupakan zat bergizi bagi hidup yang manusiawi. Sekarang, ketika orang-orang di dunia semakin tidak humanis, humor merupakan komoditi yang dicari dan didambakan.

Manfaat Tertawa 

Humor bikin orang tertawa. Namun, respon orang terhadap humor tidak sama, tergantung seberapa peka rasa humornya. Budaya ikut mengasah rasa humor. Semakin ditekan kebebasan orang berekspresi, semakin tajam rasa humornya.

Kumpulan humor dalam buku Mati Ketawa Cara Rusia membuktikan ketajaman rasa humor rakyat Rusia yang terus terasah. Rakyat yang terbelenggu, lalu menemukan bentuk pelepasan dengan menertawakan bangsa dan pemimpinnya sendiri.

Tahu besarnya khasiat tertawa? Di India, beberapa tahun lalu, Deepak Chopra menggagas klub tertawa. Peserta klub berkumpul setiap pagi selama setengah jam untuk tertawa sampai terpingkalpingkal dan mengeluarkan airmata. Caranya, setiap peserta membagi-bagikan umpan humor untuk memancing tertawa sampai perut terguncang-guncang,

Hasilnya menggembirakan. Peserta klub tertawa yang jumlahnya terus bertambah, jadi lebih bugar. Yang rileks bukan saja fisik, melainkan juga jiwanya. Tertawa tampaknya bisa menjadi "vitamin" lahirbatin ketika hidup begitu susah.

Apa yang sesungguhnya terjadi dalam tubuh ketika tertawa? Ada pelepasan hormon endorphin, morfin, yang diproduksi tubuh secara alami untuk meredam hidup yang menyakitkan. Kita tahu zat morfin berefek menenangkan. Begitu juga dengan morfin alami yang diproduksi tubuh. Morfin membuat tubuh lebih tenang, lebih kendur, lebih stel kendho, meredam perih pedih kehidupan

Selain mengocok perut, tertawa memacu pompa jantung dan paru-paru. Aliran darah lebih deras sampai ke ujung-ujung tubuh. Orang modern yang pola hidupnya kurang gerak (sedentary life), aliran darahnya tak mencapai bagian-bagian tubuh paling ujung. Tertawa menambah aliran darah kolateral tubuh, layaknya berolahraga.

Tertawa membangun kembali ekspresi wajah murung. Pukul 08.20 rata-rata orang terbebani krisis, tertawa mengubahnya menjadi wajah sumringah pada pukul 10.10 yang enak dipandang. Tertawa bermanfaat pada zaman yang untuk tersenyum saja sudah begitu mekanis.

Sudah terlalu lama, puluhan bahkan ratusan otot yang membangun mimik wajah, lumpuh menciptakan ekspresi wajah yang cerah. lni akibat desah napas hati yang gundah gulana terus. Ekspresi wajah adalah jendela jiwa kita.

Dengan berupaya banyak tertawa, berarti kembali melatih otototot wajah menjadi pandai mengekspresikan kecerahan hidup, sekaligus mengendurkan jiwa, setelah sekian lama kebanyakan kita menghadapi hidup secara dungu. Sekarang banyak orang yang tawanya hampa, tawa yang bukan bahasa hatinya.

Butuh Tablet Humor

Humor dibutuhkan manusia untuk mengubah kualitas dan karakter kehidupan budaya. Humor juga mengubah tekstur berpikir. Rasa humor adalah wujud rasa terbaik kemanusiaan. Sebuah tenaga dalam jiwa yang menjaga agar orang tetap berpikir, bertindak, dan berperasaan waras. Rasa humor merupakan bentuk tertinggi dari inteligensia manusia.

Orang yang punya rasa humor tinggi terampil mengendalikan pikirannya, tak ubahnya bagai juara golf dan biliar mengendalikan bolanya. Semakin tidak waras hidup dan zaman, semakin perlu humor dosis tinggi. Hidup yang susah butuh lebih banyak tablet humor.

Beruntung kita punya presiden yang humoris sejati dan gemar tertawa pula. Sejarah mencatat, tanpa humor, tanpa tawa, banyak bangsa harus membayar mahal untuk menebus kesalahan memperlakukan hidup.

Ketidakmampuan tertawa merugikan rakyat banyak. Kita perlu belajar dari kesalahan bangsa Jerman, Rusia, Cina, dan negara diktator lain yang tidak mau tertawa. Seakan tertawa dilarang undangundang dan agama.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.