Prinsip Dasar Dalam Perawatan Kulit Terbagi Dua, Apa itu?

Prinsip Dasar Dalam Perawatan Kulit, apa Prinsip Dasar Dalam Perawatan Kulit, cara mengetahui Prinsip Dasar Dalam Perawatan Kulit

Prinsip dasar perawatan kulit itu ada dua, membersihkan (cleansing) dan melembapkan (moisturizing). Kalau cleansing sudah jelas fungsinya, yaitu membersihkan wajah, sementara moisturizing berfungsi ntuk menjaga kelembapan alami kulit.

Memangnya penting, ya menjaga kelembapan kulit? 

Kulit yang tidak lembap akan dehidrasi alias kekurangan air. Nah, kulit yang kekurangan air biasanya akan tampak kusam, tidak cerah, dan teksturnya tidak rata. Belum lagi risiko akan penuaan dini. Selain itu, kalau pakai make up tidak akan menempel di kulit sehingga tidak terlalu kece. Pokoknya nggak banget deh!!

Banyak dari kita yang "melupakan" pelembap hanya karena menganggapnya tidak perlu. Merasa masih muda, jadi merasa tidak perlu menggunakan pelembap. Asal tahu saja, kalau kulitnya dijaga sedini mungkin, ketika memasuki usia 30 sampai 40-an , kulitnya tidak bagus. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, deh.

”Tapi kulitku berminyak, kalau pake pelembap pasti jadi lengket banget! Nggak perlu ah!" Heits, alasan!! Kamu perlu tahu bahwa semua kulit butuh dilembapkan.

Salah satu tugas moisturizer adalah mengikat kandungan air di kulit, bukan membuat kulit menjadi berminyak. Kalau kulit berminyak, bahkan berjerawat, melewatkan pemakaian pelembap, yang ada kulit luarnya berminyak, tapi dalamnya dehidrasi. Alhasil, kulit wajah tampak kusam.

Berikut beberapa poin mengenai membersihkan wajah. 

1. Kenali dulu Jenis kulit
Sejauh ini, jenis kulit dibagi ke dalam lima jenis, yaitu kering, berminyak, kombinasi, sensitif, dan normal. Bagaimana mengetahui kulit kita jenis yang mana? Bagaimana cara mengenali jenis kulit? simak artikel nya > Tips Mengetahui Jenis Kulit Wajah Dengan Mudah.

2. Pilih pelembap yang sesuai dengan jenis kulit
Saat ini di pasaran tersedia banyak sekali ragam pelembap kulit wajah. Perhatikan secara teliti, pelembap yang kita pilih untuk kulit jenis apa. Pelembap untuk kulit berminyak biasanya bentuknya gel atau lotion, sementara untuk kulit kering biasanya berupa krim.

3. Perhatikan bahan-bahan-nya.
Hindari produk yang mengandung paraben. Paraben adalah bahan kimia yang membuat sebuah produk tahan lebih lama. Mirip seperti formalin, lah. Sebenarnya paraben masih digunakan di beberapa produk kosmetik, tapi jumlahnya sangat sedikit dan dibatasi. Bagi kita yang memiliki kulit berminyak, pilihlah produk berbahan dasar air dan bersifat acid, seperti glycolfc, dan sebagainya.

Selain pelembap, ada juga perawatan kulit lain yang harus dilakukan yaitu eksfoliasi alias pengelupasan kulit mati dan toning yang membantu pH kulit kita menjadi netral. Semakin dewasa, kulit kita juga akan ikut dewasa Nah, proses pergantian kulit juga semakin menurun. Eh, sudah tahu kan kalau dalam jangka waktu tertentu, kulit akan meluruh dan berganti dengan kulit baru? Jika proses pergantian kulit menurun seiring dengan bertambahnya usia, maka sel kulit mati yang seharusnya luruh, tidak akan luruh atau hilang begitu saja dari kulit kita. Oleh karena itu, perlu dibantu dengan proses eksfoliasi. Di usia kita saat ini, eksfoliasi sudah harus dibantu dari luar. Memang, tidak wajib dilakukan setiap hari. Setidaknya seminggu sekali, deh.

Produk eksfoliasi ada dua jenis, yang sifatnya mechanical dan chemical. Maksud mechanical exfoliation ini secara fisik dioleskan di kulit, bentuknya sedikit kasar seperti granula atau micro beads. Selain menggunakan produk pabrikan, kita mu bisa juga menggunakan produk natural seperti oat, biji kopi, atau baking soda.

Satu produk eksfoliasi yang lainnya adalah chemical exfoliation, yaitu produk yang mengandung AHA atau BHA. AHA (alpha hydroxyl acids) ada dalam bentuk glycolic acid (gula tebu), lactic acid (yogurt), citritc acid (lemon), dan mandalic acid (apel). Produk BHA (beta hydroxyl acid) terdapat pada salicylic aciddan enzim buah-buahan.

Apa bedanya AHA dan BHA?

BHA Lebih ditunjukan untuk kulit berminyak dan berjerawat, sementara AHA ditujukan untuk kulit sensitif, aging (kulit dewasa), kering, dan terbakar matahari.

Apa sih akibatnya kalau sel kulit mati tidak diluruhkan? Sederhananya, sih, kulit akan tampak kusam. Kamu jadi tidak bisa bersinar ala artis Korea karena
kalau kulit yang sudah tidak berfungsi itu sudah tidak berguna. Akhirnya hanya menumpuk begitu saja. Kulit baru yang sudah diganti dan lebih bagus pun tidak akan terlihat karena tertutup oleh si sel kulit mati itu.

Eksfoliasi ini selain untuk meluruhkan sel kulit mati juga membantu membuka pori yang tersumbat, meratakan warna kulit, mencerahkan pigmentasi, dan mengurangi kerutan. Wuihhhh, canggih kan?

Namun, eksfoliasi berlebihan juga tidak baik, lho. Jangan mentang-mentang ingin kulit lebih bersinar, kita jadi rajin eksfoliasi setiap hari. Akibatnya, kulit malah dehidrasi. Kok bisa? Begini, ketika kulit terlalu sering diluruhkan, maka keseimbangan alaminya akan terganggu. Sel kulit yang seharusnya menjaga kelembapan bisa ikut luruh, dan kulit kekurangan kelembapannya.

Bagaimana mengenali kulit yang dehidrasi?

Akibat yang pertama adalah terlihat kusam. Apa kamu pernah merasa kalau pori-pori kulitnya besar, padahal tampak luarnya kering? Nah, menurut iklaniklan di televisi, pori-pori besar itu berarti kulit berminyak. Pori-pori membesar ini menandakan salah satu ciri kulit dehidrasi. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis perawatan kulit wajah, kenali dulu masalah kulit kita yang sebenarnya.

Apa bedanya kulit kering dan dehidrasi? Bagaimana cara membedakannya? Kulit kering adalah tipe kulit orang Indonesia. Kulitjenis ini cenderung seperti tidak berpori, tidak memproduksi minyak, dan mudah berkerut sehingga terlihat agak kusam. Kulit yang ekstra kering bisa bikin kulit sensitif dan memerah sehingga produksi kolagen dan elastin dalam kulit menurun dan menyebabkan penuaan dini.

Kalau kulit dehidrasi adalah kondisi yang disebabkan satu dan lain hal, jadi bukan jenis kulit. Kulit dehidrasi kekurangan air, tapi masih memproduksi minyak. Pori-porinya besar karena kulitnya "haus". Kulit ini butuh air. Kondisi ini sering disalahartikan nih sama kita yang sering mengatakan kalau kulit berminyak. Terus, kita pakai produk untuk kulit berminyak yang mengurangi air. Alhasil alih-alih membaik, kondisi kulit malah semakin buruk: pori-pori semakin membesar atau kering banget. Artikel ini di persembahkan oleh  Ratu Skin Care toko kosmetik online jakarta www.ratuskincare.com

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.