Rahasia Awet Muda Bagi Pria

Rahasia Awet Muda Bagi Pria

Fisik wanita bisa dipertahankan kemudaannya dengan hormon estrogen pengganti. Bagaimana dengan pria? DHEA, itulah hormon yang memberi janji pada pria, setelah testosteron ditinggalkan. Dengan DHEA, otot, kulit, rambut, dan kemampuan s-e-k-s pria menemukan harapan bisa lebih muda daripada usia.

Dulu orang berusaha awet muda dengan minum madu, misalnya. Belakangan upaya membuat tubuh awet muda dilakukan dengan diet khusus, vitamin, dan terapi sel. Di Institut Ana Aslan, mudigah sapi disuntikkan ke tubuh dengan harapan merangsang tumbuhnya sel muda baru.

Namun, anggapan itu pudar setelah teori tentang ketuaan berkembang. Menjadi tua ternyata bukan proses alamiah, melainkan suatu penyakit. Tubuh manusia sebetulnya diprogram untuk hidup sedikitnya 120 tahun, asal tidak dirongrong oleh faktor-faktor perusak yang membikin tubuh lekas aus.

Kecepatan tubuh menjadi aus ditentukan oleh faktor dari dalam tubuh maupun dari luar. Faktor dari dalam termasuk genetik, pola dan gaya hidup, dan pemeliharaan kesehatan, Faktor luar meliputi penyakit, diet, cuaca, jenis pekerjaan, perang, kecelakaan, atau hadirnya ancaman fisik.

Tanda-Tanda Pria Menua
Otot-otot pria hilang lebih dari 10 kilogram setelah usia 40 tahun. Tulang menyusut sekitar sepertujuhnya. Tinggi badan memendek sekitar lima centimeter. Buah zakar sudah mengisut sejak usia 40 tahun, produksi sperma menurun, dan rata-rata pria sudah tak bisa menghamili setelah berumur 90 tahun saat prostat sudah mengecil dan mengganggu kencing maupun ejakulasi.

Jika diukur, semprotan ejakulasi yang waktu remaja bisa sejauh 30 centimeter, setelah tua cuma sekitar lima centimeter. Isi penis yang semula terdiri dari otot yang mirip karet busa, dengan bertambahnya usia berubah menjadi jaringan ikat yang berarti tidak kenyal, dan pembuluh darah di dalamnya sudah jauh berkurang.

Itu berarti derajat kerasnya penis tidak lagi seperti batu. Risiko impotensi pria Amerika rata-rata terjadi pada usia 70 tahun. Terhitung sejak usia 40 tahun risiko impotensi pria adalah sebesar lima persen.

Libido pria menurun dengan bertambah uzur sebab kadar hormon testosteron menurun satu persen setiap tahunnya. Testosteron darah menurun sebab dinetralisasi oleh hadirnya protein SHGB. Namun, bukan tak mungkin ada pria yang testosteronnya masih tinggi sampai usia 70 tahun.

Semakin tua, fungsi otak juga menurun. Kemampuan menyimpan memori tidak penuh lagi. Rambut pun makin jarang sebab kantung rambut berkurang dan pertumbuhan rambut menurun. Otot menjadi kurang lentur dan tulang menipis. Peluang pria mengalami osteoporosis tidak jauh berbeda dengan wanita.

Komposisi lemak tubuh pada otot dan organ meningkat dua kali lipat pada usia 75 tahun dibandingkan dengan ketika masih berumur 25. Sebaliknya, kapasitas kerja merosot separuh pada usia 70-an dibandingkan dengan ketika berumur 20-an karena daya angkut oksigen darah sudah menurun.

Yang serupa terjadi juga dalam hal respon jantung beradaptasi terhadap akselerasi latihan atau kerja fisik. Fungsi jantung tidak mengimbangi beratnya kerja fisik.

Penglihatan dan pendengaran, keduanya menurun. Setelah usia 50-an, lensa menebal dan ketajaman penglihatan malam hari menurun. Gendang telinga pun bertambah tebal, saluran telinga dalam kian mengisut. Mendengar bisikan atau kemampuan memandang gadis seksi dimalam hari sudah pasti menurun.

Dalam hal s-e-k-s, libido berangsur menurun pada level individu. Selain hormon yang menurun, vitalitas pun banyak berkurang. Kalau saat usia 20-an orgasme bisa sampai 121 kali setahun, pada usia 70an menurun hingga cuma 22 kali.

Derajat ereksi ikut mengendur. Pria mencapai puncak ereksi terbaik pada usia 30-an, bisa mencapai 20 derajat di atas horizontal atau

sekitar 110 derajat. Setelah usia seksi (seket siji atau 51) ereksi cuma 25 derajat di bawah garis horizontal.

Super Hormon DHEA 
Selama ini hormon testosteron diketahui menjadi solusi bagi pria untuk awet muda. Namun, mempertimbangkan bahaya pemakaian untuk waktu lama, para ahli mencari pilihan obat baru yang lebih aman. Lalu ditemukanlah hormon DHEA (Dehydroepiandrosterone) yang diproduksi secara sintetis. Hormon ini sekarang banyak dipakai di Amerika.

Hormon DHEA sebetulnya diproduksi oleh tubuh pria maupun wanita. Pabriknya di kelenjar anak ginjal. Kadar DHEA meninggi waktu usia remaja, lalu berangsur menurun dengan bertambahnya usia. Khasiatnya lebih dari hormon testosteron.

Hormon DHEA memperbaiki mood, meningkatkan memori, menambah energi, meningkatkan libido, memelihara otot, dan tidak menambah komposisi lemak pada organ. Hormon ini mampu pula menawarkan hormon yang timbul akibat stres.

Pria yang mengonsumsi kapsul DHEA (50 miligram) setiap pagi mengaku merasa lebih bugar, lebih sejahtera, dan berpikir lebih jernih. Kini DHEA banyak dicampur dalam suplemen makanan untuk tujuan yang sama.

Beberapa sarjana yang banyak melakukan studi terhadap DHEA menilainya sebagai super hormon abad ini. Diperkirakan DHEA lebih hebat daripada hormon melatonin, yang juga banyak menjanjikan hal serupa pada pria.

Lebih dari itu, studi DHEA pada hewan ternyata mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh, DHEA menjinakkan hormon stres, mengendalikan berat badan, dan mampu mengenal musuh antigen dari luar.

Studi lanjutan DHEA mengungkapkan bahwa konsumsi DHEA dosis sedang memberi banyak manfaat pada manusia, dengan sedikit efek samping. Pada wanita, kelebihan dosis DHEA membuat berbulu dan berjerawat.

Khasiat Lebih Tinggi Harga Lebih Murah
Dulu pernah dibuat hormon pertumbuhan (h-GH) sintetik untuk tujuan rejuvenisasi atau pengawet muda, selain untuk menolong kasus andropause. Dokter Edmund Chein sudah membantu ratusan pria andropause dengan hormon .ini sejak tahun 80-an, dan berhasil.

Namun, hormon pertumbuhan kelewat mahal. Selain itu efek sampingnya tidak menguntungkan. Cairan tubuh tertimbun sehingga membahayakan jika pasien mengidap sakit jantung. Tulang-belulang dan organ tubuh pun ikut membesar. Diabetes yang sudah diidap akan memburuk oleh hadirnya hormon ini.

Untuk mengurangi efek samping, telah dicoba dengan mengurangi dosisnya. Namun, ternyata khasiatnya tidak muncul. Para ahli penya-_ kit tua mencari upaya lain, dan kini harapan itu diletakkan pada hormon DHEA sebagai satu-satunya terapi sulih hormon, kaum Adam maupun kaum ibu. Hormon DHEA dipakai selain karena harganya lebih ringan dibandingkan dengan hormon h-GH, khasiatnya pun melebihi hormon lain. Hormon DHEA dianggap mampu memerankan diri sebagai antidote bagi umur tua (penawar racun usia tua) yang menurut studi masih memungkinkan untuk tetap dipakai.

Soal efek samping pemakaian lama belum teruji, kekuatan dan kemurnian obat juga belum terukur. Yang jelas, harga hormon h-GH 800 dolar Amerika untuk sebulan, sedangkan DHEA tak lebih dari 10 dolar sebulannya dengan khasiatnya melebihi h-GH, termasuk dalam mencegah kanker dan penyakit jantung.

Pesaing DHEA lain, yakni melatonin, sama murahnya, namun efek sampingnya menimbulkan depresi dan pada pemakaian lama belum terbukti aman. Lingkup khasiatnya pun sebatas memperbaiki tidur, melindungi sel terhadap radikal bebas, dan khasiat lain yang tidak melebihi DHEA.

Testosteron Membuat Pria Mandul dan Berpayudara?
Sudah sejak dulu testosteron dikejar orang untuk mengerem proses penuaan pada pria. Tahun 1889 misalnya, Dr. Brown Squard dari Perancis mengumumkan bahwa dirinya memakai ekstrak biji pelir anjing. ia mengaku merasa kuat, waspada, fungsi usus dan berkemihnya bagus.

Tahun 1992 Dr. Joyce Tenover memberi testosteron selama tiga bulan kepada 13 orang kakek. Hasilnya, masa otot bertambah dan mineral tulang tidak menyusut, mood dan libido lebih bergairah.

Beberapa studi testosteron lanjutan memberi hasil yang sama. Namun, dosis testosteron yang besar membuat pria mandul dan payudaranya membesar, sedangkan dosis kecil untuk waktu lama memperbesar risiko kena kanker prostat.

Pemakaian testosteron jangka panjang juga meningkatkan jumlah sel darah merah. Sel darah merah yang berlebih berisiko saling berIengketan. Kondisi begini meningkatkan risiko kena serangan jantung koroner atau stroke.

Sudah lama testosteron dipakai untuk memulihkan kondisi impotensi pada kelompok usia tua, yang jelas disebabkan oleh menurunnya kadar testosteron di dalam tubuh. Hasilnya ternyata cukup memuaskan.

Dr. Edward Klaiber dari Massachuset memperkenalkan plester berisi testosteron, yang ditempel di kulit mana saja untuk masa kerja 24 jam. Ternyata pemakai hormon ini mulai berjambang, bau badan maskulin muncul lagi, dan libidonya meningkat. Untuk itu seorang kakek perlu merogoh kantong sedikitnya 100 dolar Amerika setiap bulannya.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.