Selain Hiasan, Ternyata Alamanda Juga Berfungsi Sebagai Obat Penawar Racun Loh!

Selain Hiasan, Ternyata Alamanda Juga Berfungsi Sebagai Obat Penawar Racun Loh!

Nama Alamanda di Daerah Masing-masing
Lame areuy (Sunda); akar chempaka hutan, akar chempaka kuning, bunga akar kuning (Melayu)

Morfologi Tanaman 
Tanaman perdu dengan tinggi 4-5 m. Batang berkayu, berbuku-buku, tiap buku terdapat 4-5 daun yang melingkar, bergetah. Daun tunggal, lonjong, tepi rata melipat ke bawah, ujung dan pangkal meruncing. Bunga majemuk, bentuk tandan, di ujung cabang dan ketiak daun, tangkai srlindris, pendek, kuning. Buah kotak, bulat, diameter 1,5 cm.

Bagian yang Dimanfaatkan dan Kandungannya 
Bagian yang dimanfaatkan adalah daun dan bunga. Daun mengandung alkaloida, kulit batang dan buahnya mengandung saponin dan tanin, sedangkan buahnya mengandung flavonoida dan polifenol.

Pemanfaatan 
Digunakan sebagai obat penawar racun, disentri, dan malaria. 

Cara Penggunaan :
1. Daun segar 15 g dicuci, direbus dengan segelas air selama 15 menit, lalu didinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak, selang satujam sebagai penawar keracunan.
2. Tumbuk daun hingga halus, kemudian balurkan pada bagian yang sakit kurap atau bisul.

Info Lain 
Meskipun tanaman alamanda dikatakan beracun, ternyata juga diketahui memiliki manfaat sebagai bahan pengobatan alami. Akarnya dapat digunakan untuk melawan penyakit kuning, bunganya dimanfaatkan untuk mencegah komplikasi malaria dan pembesaran limpa, sedangkan getahnya bersifat antibakteri dan bersifat toksik. Getah inijuga dimanfaatkan untuk membunuhjentik nyamuk dan mematikan belatung. Selain itu, ekstrak cair tanaman Alamanda memiliki aktivitas sebagai penyembuh luka secara signifikan.

Kontraindikasi 
Belum ditemukan literatur yang menyebutkan adanya kontraindikasi maupun efek samping dari konsumsi daun alamanda. Tanaman alamanda tetap menyimpan bahaya racun sehingga perlu konsultasi dengan herbalis bila akan memanfaatkannya.

Sebaiknya beberapa hal ini perlu diperhatikan sebagai sikap kewaspadaan.
1. Bagi yang sedang hamil dan menyusun jangan mengonsumsi daun alamanda.
2. Bagi anak-anak: sebaiknya tidak mengonsumsi dengan dosrs yang berlebihan sebelum berkonsultasi dengan herbalis atau dokter.

Previous Post
Next Post

post written by:

Tolong "SHARE" artikel kami via SOSMED, Agar semua menjadi kebaikan. Terima Kasih.